\
Tampilkan postingan dengan label drama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label drama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 Juli 2017



#Sinopsis Antara Nur Dan Dia (Season Dua), episode 9
Asla Vazgecmem, bolum 22 part 3 & bolum  23 part 1
Tayang: Jum’at, 28 Juli 2017


*Di taman/ruang kaca, Nur memulai pembicaraan dengan Yigit. Nur langsung mencecar Yigit tentang Iclal...

*Di ruang makan, Tayyar, Hafize, dan Emin sedang makan malam. Hafize memanggil Elmas untuk segera turun untuk makan, tapi tidak ada respon. Lalu Hafize menyuruh Emin memanggil kakaknya ke kamar. Sebelumnya, Emin juga sempat berdebat dengan Tayyar...

*Di kamarnya, Elmas sedang sibuk di depan laptopnya. Ponselnya kemudian berdering dan ketika akan mengambil ponselnya, Elmas tak sengaja menyenggol pengharum ruangan di meja yang akhirnya ikut menjatuhkan juga ponselnya. Saat Elmas menunduk, akan mengambil ponselnya, bersamaan dengan itu Emin masuk ke kamarnya... Secara tak sengaja saat itu Emin melihat video kemesraan Cahit dan Elmas di laptop Elmas... Bukan main terkejutnya Emin melihat video tak senonoh kakaknya bersama dengan salah satu majikannya... Sementara Elmas yang menyadari Emin sudah melihat semuanya, hanya bisa melihat Emin dengan ekspresi gugup...

*Di taman/ruang kaca, Yigit dan Nur memulai lagi perdebatannya, selepas Nur tadi mengawali dengan langsung mencecar suaminya. Nur seperti berhasil mengimbangi Yigit dalam perdebatannya kali ini.

*Iclal dan Firat berbicara di ruang antara kamar dan ruangan kerja Yigit. Apa lagi kl bukan membicarakan Nur dan Yigit. Iclal penasaran ingin tahu kemana dan dengan siapa Yigit pergi, meski dia sendiri merasa sudah yakin kira – kira Yigit bersama siapa sekarang... Firat sempat mencegah, tapi Iclal nekad pergi melakukannya.

*Sementara itu, Yigit dan Nur masih terus dengan perdebatan mereka yang kian meruncing, hingga tak sadar Iclal ternyata sudah mengawasi dan mendengar apa yang mereka perdebatkan. Iclal mulai kalut dan terlihat tak stabil (hampir sempoyongan), ketika tak sengaja melihat dan mendengar Yigit, menyebut – nyebut kata “cerai” di hadapan Nur. Yup, Yigit menantang pertanyaan kepada Nur, apa ia ingin bercerai... Hadddeh, Yigit... Ini seperti sudah setengah jatuh talak, wkwkwkwkkk... Seperti saja lho bukan beneran... Dan setengah saja bukan penuh, hahahaaa... Pak Bos berasa sudah kewalahan sekaligus ketakutan kehilangan istrinya... Macam kurang percaya diri saja, wwweew... 

Bolum 23:

*Saking kalutnya mendengar Yigit mengucapkan kata “cerai” kepada Nur, Iclal tak sengaja menyenggol dan menjatuhkan vas bunga yang ada di dekatnya. Beranjak Iclal bersembunyi di kamar, sementara Firat menyusulnya. Firat melihat vas bunga jatuh dan pecah berantakan. Dia tahu Iclal sedang bersembunyi di balik pintu, Iclal juga memberi isyarat kepada Firat untuk diam.

*Nur langsung meminta Yigit melihat apa yang terjadi, setelah bunyi vas bunga jatuh tadi. Sedangkan Nur segera berlari menuju ke serambi depan. Ketika Yigit menghampiri arah suara, di sana sudah ada Firat yang sudah memegang pecahan vas. Hhmmm... Lagi – lagi ‘pasang badan’ untuk Iclal... Yigit kemudian bertanya kepada Firat seputar apa yang terjadi, apa yang kau lakukan di sini, dsb... Setelah Firat memberikan beberapa penjelasan, Yigit langsung kembali menemui Nur.

*Iclal menangis dan Firat mendesak apa sebenarnya yang sudah ia dengar... Sambil menangis, Iclal sepertinya menyebut, “Suamiku menikah...” (kl saya salah mengartikan, maaf yaa, hehhe)... Firat lalu memeluk Iclal yang masih kalut di antara tangisannya...

*Yigit menyusul Nur ke serambi depan dan kembali melanjutkan perdebatan mereka sebelumnya... Duh, debat saja mesti bersambung... Belum lama mereka bicara, tiba – tiba ada suara kaca pecah, disusul laptop jatuh dari arah atas jendela kamar Elmas. Nur dan Yigit sama – sama terkejut.

*Tayyar dan Hafize mengetuk – ngetuk pintu kamar Elmas yang dikunci, tapi tak dibuka. Di dalam kamar, Elmas berusaha meredakan emosi Emin karena melihat kakaknya sudah berlaku tak senonoh... Emin berteriak – teriak histeris, tangannya memukul – mukul tembok, dan hal ini membuat Elmas semakin ketakutan... Mendengar keributan dari dalam, Tayyar dan Hafize terus berteriak memanggil anak –anaknya. Teriakan Emin terdengar oleh Tayyar, Hafize, Yigit, dan Nur. Tayyar akhirnya berhasil mendobrak pintu kamar Elmas. Tayyar dan Hafize masuk dan mulai melerai dan menenangkan Elmas dan Emin. Yigit dan Nur pun menyusul ke kamar Elmas. Yigit bahkan berusaha sekuat tenaga memisahkan Tayyar yang ingin memukul/menghajar Emin, sedangkan Hafize dan Nur menenangkan Elmas. Emin sejurus kemudian melihat ponsel Elmas yang tergeletak di meja. Segera dia mengambil ponsel kakaknya tersebut dan langsung lari keluar kamar. Nur meminta Yigit mengejar Emin.

*Di kamar, Elmas masih menyisakan gemetaran dan ketakutannya. Dia ditenangkan oleh kedua orang tuanya. Nur yang melihat kondisi sepupunya mau tak mau ikut ketakutan dan terus bertanya apa apa sebenarnya, apa yang terjadi...

*Di dekat tangga, Iclal duduk di lantai, masih kalut dan terlihat kacau pasca mendengar apa yang diteriakkan Yigit tadi ketika bersama Nur di taman/ruang kaca. Ketika ditawari Firat untuk minum air putih, Iclal justru melempar gelas tersebut. Iclal lalu memaksa Firat mengatakan yang sebenarnya... Ny Aytul yang mendengar anaknya menangis dan berteriak, mulai ketakutan.. Firat mencoba untuk berkelit, begitu pun Ny Aytul... Ny Aytul kemudian memeluk dan mengajak Iclal masuk ke kamar... Scene ini lumayan seru, tapi beberapa kali saya menontonnya, saya masih lumayan gagal paham untuk menjelaskannya... Ini antara Firat dan Ny Aytul sudah mengiyakan apa yang didengar Iclal atau Firat dan bibinya itu lanjut ngeles lagi... Maaf lagi kl salah penafsiran...

*Iclal terlihat masih sangat tidak stabil dan kalut ketika ibunya menuntun berjalan...

*Di ruang tamu, Tayyar dan Hafize sedang mencemaskan Emin dan juga Elmas. Hafize mencoba menelepon Emin, tapi tak diangkat. Tayyar juga terus menggerutu dan mendebat istrinya yang mengkhawatirkan Emin.

*Di kamar, Nur bertanya kepada Elmas lagi, apa yang sebenarnya terjadi. Nur berusaha mengajak Elmas bicara, tapi Elmas menolak mengatakannya. Elmas malah sibuk mencari ponselnya yang tadi dibawa Emin. Elmas baru sadar, ponsel itu dibawa Emin. Langsung Elmas panik dan keluar dari kamar. Nur mengejarnya...

*Emin sedang berada di jalanan hutan, sepertinya dia sedang berusaha menelepon Cahit dengan ponsel milik Elmas tadi. Cahit yang sedang dalam perjalanan pulang dengan mobilnya, kaget mendengar suara Emin dari ponsel Elmas. Sementara itu, Yigit mencoba mencari Emin dengan mobilnya.

*Di kamarnya, Iclal mengobrak – abrik seisi perabotan di dalamnya. Ny Aytul hanya bisa melihatnya sambil duduk dan membiarkan saja putrinya tersebut meluapkan emosinya. Sesaat kemudian, baru dia beranjak mendekati dan memeluk Iclal untuk menenangkan.

*Di kamarnya juga, Nazan yang sedang membaca majalah di tempat tidur dan bermasker, dikejutkan oleh masuknya Elmas secara tiba – tiba ke kamarnya. Elmas mencari Cahit dan Nazan sangat marah denagn ulah lancang Elmas. Nazan mengejar Elmas sampai keluar kamar dan tak henti meneriaki Elmas.

*Dari kamar Iclal, terdengar sumpah serapah Nazan kepada Elmas. Ny Aytul dan Iclal bicara di lantai, sambil sama – sama meneteskan air mata. Ny Aytul mendengarkan curhatan Iclal.

*Di mobilnya, sambil menyetir, Yigit menenangkan istrinya yang meneleponnya untuk menanyakan kondisi Emin.

*Emin ternyata mencegat Cahit. Dan begitu Cahit keluar dari mobilnya, Emin langsung memukul wajah Cahit. Yigit pun akhirnya menemukan Emin dan Cahit. Langsung Yigit berlari memisahkan Emin, menjauhkannya dari Cahit. Emin terus meneriaki Cahit walaupun Yigit sudah berusaha menenangkannya. Yigit bingung dengan apa sebenarnya yang dimaksudkan Emin dalam teriakannya kepada Cahit. Cahit yang awalnya masih tak habis pikir dengan yang dilakukan Emin kepadanya, akhirnya sadar dengan apa yang dimaksud Emin hingga adik Elmas itu begitu emosional kepadanya. Yigit masih terus berusaha menenangkan Emin. Yigit lalu memeluk Emin.

*Masih di kamarnya, di tempat tidur, Iclal tiduran di pangkuan ibunya, sambil masih terus menangis.

*Di ruang tamu, Elmas mondar – mandir menunggu kabar, begitu pun dengan Tayyar dan Hafize yang duduk sambil termenung, cemas menunggu Emin.

*Yigit mengajak Emin pulang lebih dulu bersamanya. Sedangkan Cahit menyusul kemudian dengan mobilnya.

*Masih di ruang tamu, Tayyar terus saja mengomel. Nur membuatkan minum Hafize. Tayyar di antara omelannya menyebut kata – kata laptop dan Elmas meresponnya.

*Mobil Yigit tiba di rumah perkebunan Kozan, disusul kemudian mobil Cahit Dia langsung mengajak Emin masuk ke rumah. Dari jendela kamarnya, Iclal dan Ny Aytul melihat Yigit berjalan sambil merangkul Emin masuk menuju rumah Tayyar.
*Emin masuk ke rumah diantar Yigit. Yigit sempat berbicara sesuatu kepada Tayyar dan Elmas. Setelahnya ia langsung keluar. Nur mengejar Yigit keluar dan menanyakan kepada suaminya tersebut ada apa. Yigit dalam penjelasannya menyebutkan nama Elmas di dalamnya. Cahit melihat Yigit berbicara dengan istrinya. Iclal dan Ny Aytul juga terus mengawasi Yigit dan Nur dari arah jendela kamar atas.

*Keesokan paginya, Iclal sibuk berkemas – kemas untuk persiapan berliburnya bersama Yigit (wwweew)... Ny Aytul menemani putrinya tersebut berkemas, lalu sejenak kemudian meninggalkan kamar putrinya tersebut.

*Keluar dari kamar Iclal, Ny Aytul sudah disambut ‘tepuk tangan ledekan’ dari Firat. “Bravo”, kata Firat. Ny Aytul lalu menyeret tangan Firat dan mengajak untuk bicara lebih lanjut. Ny Aytul terlihat tegas dalam pembicaraannya, tapi Firat pun tak kalah tegas untuk menanggapi bibinya tersebut. Mereka berdua masih saja berdebat soal Iclal, Nur, Yigit, dan segala kebohongan, hahha...

*Iclal keluar dari kamar saat Ny Aytul masih bicara dengan Firat. Iclal mengatakan kepada ibunya untuk menyuruh pelayan mengambil koper di kamarnya. Lanjut Iclal juga berkata, bahwa ia ingin bicara berdua saja dengan Firat.

*Iclal mengatakan sesuatu kepada Firat. Kemungkinan dia meminta bantuan Firat untuk kembali membuat Nur dan Yigit terpisah, Si manja yang bodoh ini... Bisanya memang hanya merepotkan orang...

*Emin berkemas dan berpamitan kepada Hafize. Hafize menangis... Nur melihat ibu dan anak itu dengan pandangan mata sedih... Nur yang berdiri di depan pintu kaca melihat Yigit sedang berdiri di serambi depan dan sedang berbicara dengan Cahit. Tak lama, Nur memutuskan untuk bicara dengan Yigit, seusai Cahit pergi. Yigit yang melihat Nur keluar dari rumah bibinya, tahu maksud istrinya. Yigit dan Nur kemudian bicara di dekat taman lingkar. Mereka di antaranya membicarakan tentang Emin dan Elmas.

*Di ruang makan, Nazan marah –marah di hadapan Ny Aytul. Ny Aytul mencoba untuk menenangkannya. Sesaat, Ny Aytul lalu pergi untuk menghampiri Iclal yang sudah bersiap untuk pergi.

*Saat keluar dari rumah, Iclal melihat Yigit dan Nur masih bicara berdua. Iclal dan Ny Aytul beranjak mendekati mereka. Iclal sok berlagak menyapa Nur. Yigit segera mengajak Iclal untuk berangkat, meskipun Iclal sebenarnya masih berniat ingin meledek Nur, membuatnya panas. Ny Aytul juga menyuruh Iclal dan Yigit untuk segera berangkat.

*Dan akhirnya berangkatlah ‘si mantan pasangan’ untuk pergi berlibur, berdua... Mobil Yigit berangkat dan Nur hanya bisa memandang nanar suaminya pergi bersenang – senang dengan mantan istrinya... Namun  sepertinya Yigit juga tak bisa lepas memandang Nur ketika di dalam mobilnya... Ny Aytul membuang air berkah di hadapan Nur seperti sengaja untuk membuat Nur kesal.

*Di mobil, karena kesal melihat Yigit masih mencuri pandang terus ke arah Nur, mau tak mau Iclal tak bisa menahan emosinya. Iclal memulai perdebatan dengan Yigit. Namun, sejurus kemudian Iclal teringat pesan Ny Aytul untuk lebih menahan diri. Jadi yang semula mendebat Yigit, kini berlanjut sok mesra kepada Yigit. Lhaah..halllah... Beku ya beku saja...

*Masih di halaman depan rumah perkebunan Kozan, Nur kembali bertanya penuh selidik kepada Ny Aytul tentang kecurigaannya kepada Iclal.. Ny Aytul mendengarkan apa yang dicecarkan Nur kepadanya dan tentu saja Ny Aytul masih bisa menutupinya. Tak lama Firat muncul dari dalam rumah saat Nur berteriak kepada Ny Aytul yang meninggalkan pembicaraan dengan Nur.

*Firat menanyakan kepada Nur ada apa dan Nur menjawabnya dengan kesal. Firat lanjut mengatakan kepada Nur bahwa dia mengajak Nur untuk pergi berlibur sambil syuting untuk pembuatan iklan dengan Sancaktar Kosmetik.

*Cahit mengajak bertemu Elmas di jalanan hutan. Cahit tampak sudah tidak sabar dalam menghadapi Elmas. Dan dia mengatakan kepada Elmas bahwa semua sudah berakhir, sekaliyan meminta lagi uang yang kemarin sudah diberikannya kepada Elmas. Duh, yang kemarin baru saja mendadak pongah... Sekarang siap – siap tangan yang menengadah, memohon belas kasihan,,, Hahahaaa... Cahit juga terlihat sudah menyesali kekhilafannya...

*Hafize masih terus menangis ketika Emin bersiap – siap untuk pergi. Emin juga sempat berdebat dengan ayahnya yang selalu membela kakaknya. Tayyar yang berniat akan memukul Emin berhasil dicegah oleh Nur. Nur menyuruh pamannya tersebut untuk menahan diri, menjaga sikapnya.

*Emin keluar dengan diantar Hafize yang masih menangis. Nur menenangkan bibinya. Saat itu, Emin melihat Elmas datang... Emin kembali tersulut emosinya, tapi ditenangkan oleh Nur. Hafize lalu bicara pada Elmas. Emin juga kemudian masih berusaha menghampiri dan berbicara dengan kakaknya. Nur menjauhkan Emin dari usahanya untuk terus menekan Elmas. Lanjut Nur memeluk Emin dan saling mengucapkan selamat tinggal. Terakhir, Emin kembali berpamitan dengan ibunya. Hafize melepas kepergian Emin dengan tangisan.

*Elmas ada di kamarnya. Nur masuk dan mengajaknya bicara. Elmas menanggapinya dingin dan juga kesal. Saat bicara tersebut, tiba – tiba Elmas merasa mual dan ingin muntah. Elmas lansung lari menuju ke kamar mandi, diikuti oleh Nur. Nur bertanya kepada Elmas, apa yang terjadi... Saat itu, Nur masih melihat bibinya menangis di kursi. Nur kemudian pergi keluar...

*Firat sedang berbicara dengan Hazal di telepon saat Nur keluar dari rumah bibinya. Seusai menelepon, Firat sempat melirik ke Nur lalu kemudian dia menulis pesan di ponselnya ditujukan kepada Iclal. Hhmmm... Susunan ‘sandiwara’ dimulai, AVers... Deng..dengg..denggg!!!

*Nur kemudian menghampiri Firat dan mengajaknya bicara. Sepertinya mereka berdua membicarakan Elmas. Nur kelihatannya memohon kepada Firat supaya Elmas bisa ikut pergi menemaninya pergi syuting iklan Sancaktar Kosmetik. Awalnya sepertinya Firat masih menolak, tapi kemudian beranjak menyetujui. Sesaat setelah Nur meninggalkan pembicaraan, Firat menggumakan sesuatu...

*Yigit dan Iclal tiba di sebuah hotel, tempat mereka berlibur. Keluar dari mobil, Iclal menerima pesan dari Firat di ponselnya. Setelah membacanya, Iclal langsung menghapus pesan tersebut. Iclal dan Yigit kemudian masuk ke dalam hotel.

*Di kamar, Nur sedang berkemas – kemas. Elmas dengan muka pucatnya, masuk kembali ke kamar dan mereka kembali berdebat. Elmas tak tahu saja kl bagaimanapun jahatnya dia kepaada Nur, tapi sepupunya itu tetap menyayangi dan memerhatikannya...

*Di ruangan kerjanya, Kareem dan Hazal sdang membahas tentang lokasi pembuatan iklan yang mereka lihat dari laptop. Kareem puas dan menyukai tempatnya. Giliran Hazal yang kesal karena kalah pendapat, hahha... Ketika Hazal sudah keluar dari ruangan, Kareem kembali melihat foto – foto Nur di file komputernya.

*Firat berangkat bersama Nur dan Elmas menuju lokasi syuting pembuatan iklan. Elmas yang kali ini duduk di kursi belakang, meminta maaf kepada Firat untuk sikapnya yang keterlaluan kemarin.

*Di kamar hotel, ketika Iclal sibuk membongkar isi koper dan menata barang –barangnya di kamar, Yigit justru lebih memilih sibuk menyusun kata dan kalimat untuk menulis pesan kepada istrinya, hihihiii... Ditulis, dihapus lagi... Tulis, lanjut hapus lagi, begitu bolak – balik... Iclal yang tengah jalan hilir – mudik bukannya tak tanggap dengan apa yang dilakukan Yigit... Ketika akhirnya satu pesan berhasil dikirim Yigit kepada Nur, saat itu juga Iclal merebut ponsel Yigit. Beruntung, Yigit mampu mengambilnya kembali. Setelah itu, Iclal mengajak Yigit untuk pergi bersama.

*Di mobil, Nur membaca pesan dari suaminya. Nur bergumam sendiri setelah membacanya dan Elmas semapt menegurnay. Malah kemudian, lanjut mereka berdebat seperti biasanya. Di tengah perdebatan, Elmas kembali merasa mual dan ingin muntah. Nur meminta Firat menghentikan mobilnya dan Elmas langsung keluar untuk memuntahkan isi perutnya. Nur dan Firat sama – sama heran dengan apa yang baru dialami Elmas.

*Di ruang kamar mandi uap, rumah perkebunan Kozan... Nazan mengobrol dengan Ny Aytul. Nazan terus menggerutu kesal tentang Elmas dan Cahit. Ny Aytul dengan sabar mendengarkan, ceileeeee... Sabar, wkwkwkwkwkkk... Ny Aytul berusaha memberikan solusi... Haddeh... Lumayan panjang di bagian scene ini... Saya bosan melihat dua orang menyebalkan ini saling curhat dan menasehati... Penjahat juga manusia, wwweew...

*Di ruangan kerjanya, Cahit duduk sendirian sambil terus memikirkan kejadian yang harus dialaminya akhir – akhir iini... Dia masih syok, bingung, sekaligus kalut... Terngiang kembali di telinganya akan ucapan – ucapan Elmas saat mereka melakukan sesuatu hal yang amoral... Setelahnya, Cahit membuang kertas – kertas di mejanya.. Lanjut dia berucap berulang kali kata – kata, “Bodoh”...

*Kembali ke mobil Firat... Nur menanyakan kondisi Elmas pasca muntah – muntah. Firat juga ikut khawatir dengan kondisi Elmas. Elmas mengatakan bahwa ia baik – baik saja.

*Iclal mengirimkan pesan lagi kepada Firat dari gazebo hotel. Setelahnya, dia duduk di samping Yigit dan mengobrol. Pada saat mengobrol, sesaat seperti Yigit terkejut ketika Iclal membicarakan sesuatu, tapi ya sudahlah...
*Dari halaman hotel tempat Yigit dan Iclal menginap, mobil Kareem Sancaktar tiba dan memarkirnya di salah satu sisi hotel. Iclal melihatnya dari jauh dan mengatakan kepada Yigit. Yigit langsung menoleh dan terkejut melihat Kareem Sancaktar datang ke hotel yang sama. Yigit mulai merasa kesal sekaligus curiga.

*Tak lama kemudian, gantian mobil Firat masuk ke halaman hotel yang sama dengan Yigit dan Kareem. Hahahaaa... Sandiwara susunan Firat dan Iclal mulai terendus jalan ceritanya, ya elllah... Setelah memarkirkan mobilnya, Nur, Firat, dan Elmas keluar dari mobil bersama – sama. Tak sengaja Yigit menoleh lagi dan dia melihat Nur ada di sana juga... Bukan main kagetnya Yigit... Apalagi ketika melihat Kareem menyalami istrinya yang terlihat tersenyum bahagia, hahahaaa... Pada akhirnya, siapa yang sesungguhnya menikmati liburan, ddduuu..dduuu... ddduuuu....

*Pandangan mata Yigit terus tak lepas mengawasi Nur... Sementara Iclal mengawasi yang sedang mengawasi Nur, hahha... Ribet kan?!? Iclal pura – pura kaget ketika melihat Firat. Firat yang melihat Yigit dan Iclal sedang di gazebo, langsung menhampiri. Firat pun berlagak surprise... Lalu bagaimana Firat dan Iclal akan membagi perannya? Bagaimana reaksi Nur ketika tahu ternyata suaminya berada di lokasi yang sama dengan tempatnya syuting iklan? Ikuti terus cerita kelanjutannya, AVers... Sampai ketemu lagi Senin depan... Selamat jelang akhir pekan. _AW

22.37.00 Unknown


#Sinopsis Antara Nur Dan Dia (Season Dua), episode 9
Asla Vazgecmem, bolum 22 part 3 & bolum  23 part 1
Tayang: Jum’at, 28 Juli 2017


*Di taman/ruang kaca, Nur memulai pembicaraan dengan Yigit. Nur langsung mencecar Yigit tentang Iclal...

*Di ruang makan, Tayyar, Hafize, dan Emin sedang makan malam. Hafize memanggil Elmas untuk segera turun untuk makan, tapi tidak ada respon. Lalu Hafize menyuruh Emin memanggil kakaknya ke kamar. Sebelumnya, Emin juga sempat berdebat dengan Tayyar...

*Di kamarnya, Elmas sedang sibuk di depan laptopnya. Ponselnya kemudian berdering dan ketika akan mengambil ponselnya, Elmas tak sengaja menyenggol pengharum ruangan di meja yang akhirnya ikut menjatuhkan juga ponselnya. Saat Elmas menunduk, akan mengambil ponselnya, bersamaan dengan itu Emin masuk ke kamarnya... Secara tak sengaja saat itu Emin melihat video kemesraan Cahit dan Elmas di laptop Elmas... Bukan main terkejutnya Emin melihat video tak senonoh kakaknya bersama dengan salah satu majikannya... Sementara Elmas yang menyadari Emin sudah melihat semuanya, hanya bisa melihat Emin dengan ekspresi gugup...

*Di taman/ruang kaca, Yigit dan Nur memulai lagi perdebatannya, selepas Nur tadi mengawali dengan langsung mencecar suaminya. Nur seperti berhasil mengimbangi Yigit dalam perdebatannya kali ini.

*Iclal dan Firat berbicara di ruang antara kamar dan ruangan kerja Yigit. Apa lagi kl bukan membicarakan Nur dan Yigit. Iclal penasaran ingin tahu kemana dan dengan siapa Yigit pergi, meski dia sendiri merasa sudah yakin kira – kira Yigit bersama siapa sekarang... Firat sempat mencegah, tapi Iclal nekad pergi melakukannya.

*Sementara itu, Yigit dan Nur masih terus dengan perdebatan mereka yang kian meruncing, hingga tak sadar Iclal ternyata sudah mengawasi dan mendengar apa yang mereka perdebatkan. Iclal mulai kalut dan terlihat tak stabil (hampir sempoyongan), ketika tak sengaja melihat dan mendengar Yigit, menyebut – nyebut kata “cerai” di hadapan Nur. Yup, Yigit menantang pertanyaan kepada Nur, apa ia ingin bercerai... Hadddeh, Yigit... Ini seperti sudah setengah jatuh talak, wkwkwkwkkk... Seperti saja lho bukan beneran... Dan setengah saja bukan penuh, hahahaaa... Pak Bos berasa sudah kewalahan sekaligus ketakutan kehilangan istrinya... Macam kurang percaya diri saja, wwweew... 

Bolum 23:

*Saking kalutnya mendengar Yigit mengucapkan kata “cerai” kepada Nur, Iclal tak sengaja menyenggol dan menjatuhkan vas bunga yang ada di dekatnya. Beranjak Iclal bersembunyi di kamar, sementara Firat menyusulnya. Firat melihat vas bunga jatuh dan pecah berantakan. Dia tahu Iclal sedang bersembunyi di balik pintu, Iclal juga memberi isyarat kepada Firat untuk diam.

*Nur langsung meminta Yigit melihat apa yang terjadi, setelah bunyi vas bunga jatuh tadi. Sedangkan Nur segera berlari menuju ke serambi depan. Ketika Yigit menghampiri arah suara, di sana sudah ada Firat yang sudah memegang pecahan vas. Hhmmm... Lagi – lagi ‘pasang badan’ untuk Iclal... Yigit kemudian bertanya kepada Firat seputar apa yang terjadi, apa yang kau lakukan di sini, dsb... Setelah Firat memberikan beberapa penjelasan, Yigit langsung kembali menemui Nur.

*Iclal menangis dan Firat mendesak apa sebenarnya yang sudah ia dengar... Sambil menangis, Iclal sepertinya menyebut, “Suamiku menikah...” (kl saya salah mengartikan, maaf yaa, hehhe)... Firat lalu memeluk Iclal yang masih kalut di antara tangisannya...

*Yigit menyusul Nur ke serambi depan dan kembali melanjutkan perdebatan mereka sebelumnya... Duh, debat saja mesti bersambung... Belum lama mereka bicara, tiba – tiba ada suara kaca pecah, disusul laptop jatuh dari arah atas jendela kamar Elmas. Nur dan Yigit sama – sama terkejut.

*Tayyar dan Hafize mengetuk – ngetuk pintu kamar Elmas yang dikunci, tapi tak dibuka. Di dalam kamar, Elmas berusaha meredakan emosi Emin karena melihat kakaknya sudah berlaku tak senonoh... Emin berteriak – teriak histeris, tangannya memukul – mukul tembok, dan hal ini membuat Elmas semakin ketakutan... Mendengar keributan dari dalam, Tayyar dan Hafize terus berteriak memanggil anak –anaknya. Teriakan Emin terdengar oleh Tayyar, Hafize, Yigit, dan Nur. Tayyar akhirnya berhasil mendobrak pintu kamar Elmas. Tayyar dan Hafize masuk dan mulai melerai dan menenangkan Elmas dan Emin. Yigit dan Nur pun menyusul ke kamar Elmas. Yigit bahkan berusaha sekuat tenaga memisahkan Tayyar yang ingin memukul/menghajar Emin, sedangkan Hafize dan Nur menenangkan Elmas. Emin sejurus kemudian melihat ponsel Elmas yang tergeletak di meja. Segera dia mengambil ponsel kakaknya tersebut dan langsung lari keluar kamar. Nur meminta Yigit mengejar Emin.

*Di kamar, Elmas masih menyisakan gemetaran dan ketakutannya. Dia ditenangkan oleh kedua orang tuanya. Nur yang melihat kondisi sepupunya mau tak mau ikut ketakutan dan terus bertanya apa apa sebenarnya, apa yang terjadi...

*Di dekat tangga, Iclal duduk di lantai, masih kalut dan terlihat kacau pasca mendengar apa yang diteriakkan Yigit tadi ketika bersama Nur di taman/ruang kaca. Ketika ditawari Firat untuk minum air putih, Iclal justru melempar gelas tersebut. Iclal lalu memaksa Firat mengatakan yang sebenarnya... Ny Aytul yang mendengar anaknya menangis dan berteriak, mulai ketakutan.. Firat mencoba untuk berkelit, begitu pun Ny Aytul... Ny Aytul kemudian memeluk dan mengajak Iclal masuk ke kamar... Scene ini lumayan seru, tapi beberapa kali saya menontonnya, saya masih lumayan gagal paham untuk menjelaskannya... Ini antara Firat dan Ny Aytul sudah mengiyakan apa yang didengar Iclal atau Firat dan bibinya itu lanjut ngeles lagi... Maaf lagi kl salah penafsiran...

*Iclal terlihat masih sangat tidak stabil dan kalut ketika ibunya menuntun berjalan...

*Di ruang tamu, Tayyar dan Hafize sedang mencemaskan Emin dan juga Elmas. Hafize mencoba menelepon Emin, tapi tak diangkat. Tayyar juga terus menggerutu dan mendebat istrinya yang mengkhawatirkan Emin.

*Di kamar, Nur bertanya kepada Elmas lagi, apa yang sebenarnya terjadi. Nur berusaha mengajak Elmas bicara, tapi Elmas menolak mengatakannya. Elmas malah sibuk mencari ponselnya yang tadi dibawa Emin. Elmas baru sadar, ponsel itu dibawa Emin. Langsung Elmas panik dan keluar dari kamar. Nur mengejarnya...

*Emin sedang berada di jalanan hutan, sepertinya dia sedang berusaha menelepon Cahit dengan ponsel milik Elmas tadi. Cahit yang sedang dalam perjalanan pulang dengan mobilnya, kaget mendengar suara Emin dari ponsel Elmas. Sementara itu, Yigit mencoba mencari Emin dengan mobilnya.

*Di kamarnya, Iclal mengobrak – abrik seisi perabotan di dalamnya. Ny Aytul hanya bisa melihatnya sambil duduk dan membiarkan saja putrinya tersebut meluapkan emosinya. Sesaat kemudian, baru dia beranjak mendekati dan memeluk Iclal untuk menenangkan.

*Di kamarnya juga, Nazan yang sedang membaca majalah di tempat tidur dan bermasker, dikejutkan oleh masuknya Elmas secara tiba – tiba ke kamarnya. Elmas mencari Cahit dan Nazan sangat marah denagn ulah lancang Elmas. Nazan mengejar Elmas sampai keluar kamar dan tak henti meneriaki Elmas.

*Dari kamar Iclal, terdengar sumpah serapah Nazan kepada Elmas. Ny Aytul dan Iclal bicara di lantai, sambil sama – sama meneteskan air mata. Ny Aytul mendengarkan curhatan Iclal.

*Di mobilnya, sambil menyetir, Yigit menenangkan istrinya yang meneleponnya untuk menanyakan kondisi Emin.

*Emin ternyata mencegat Cahit. Dan begitu Cahit keluar dari mobilnya, Emin langsung memukul wajah Cahit. Yigit pun akhirnya menemukan Emin dan Cahit. Langsung Yigit berlari memisahkan Emin, menjauhkannya dari Cahit. Emin terus meneriaki Cahit walaupun Yigit sudah berusaha menenangkannya. Yigit bingung dengan apa sebenarnya yang dimaksudkan Emin dalam teriakannya kepada Cahit. Cahit yang awalnya masih tak habis pikir dengan yang dilakukan Emin kepadanya, akhirnya sadar dengan apa yang dimaksud Emin hingga adik Elmas itu begitu emosional kepadanya. Yigit masih terus berusaha menenangkan Emin. Yigit lalu memeluk Emin.

*Masih di kamarnya, di tempat tidur, Iclal tiduran di pangkuan ibunya, sambil masih terus menangis.

*Di ruang tamu, Elmas mondar – mandir menunggu kabar, begitu pun dengan Tayyar dan Hafize yang duduk sambil termenung, cemas menunggu Emin.

*Yigit mengajak Emin pulang lebih dulu bersamanya. Sedangkan Cahit menyusul kemudian dengan mobilnya.

*Masih di ruang tamu, Tayyar terus saja mengomel. Nur membuatkan minum Hafize. Tayyar di antara omelannya menyebut kata – kata laptop dan Elmas meresponnya.

*Mobil Yigit tiba di rumah perkebunan Kozan, disusul kemudian mobil Cahit Dia langsung mengajak Emin masuk ke rumah. Dari jendela kamarnya, Iclal dan Ny Aytul melihat Yigit berjalan sambil merangkul Emin masuk menuju rumah Tayyar.
*Emin masuk ke rumah diantar Yigit. Yigit sempat berbicara sesuatu kepada Tayyar dan Elmas. Setelahnya ia langsung keluar. Nur mengejar Yigit keluar dan menanyakan kepada suaminya tersebut ada apa. Yigit dalam penjelasannya menyebutkan nama Elmas di dalamnya. Cahit melihat Yigit berbicara dengan istrinya. Iclal dan Ny Aytul juga terus mengawasi Yigit dan Nur dari arah jendela kamar atas.

*Keesokan paginya, Iclal sibuk berkemas – kemas untuk persiapan berliburnya bersama Yigit (wwweew)... Ny Aytul menemani putrinya tersebut berkemas, lalu sejenak kemudian meninggalkan kamar putrinya tersebut.

*Keluar dari kamar Iclal, Ny Aytul sudah disambut ‘tepuk tangan ledekan’ dari Firat. “Bravo”, kata Firat. Ny Aytul lalu menyeret tangan Firat dan mengajak untuk bicara lebih lanjut. Ny Aytul terlihat tegas dalam pembicaraannya, tapi Firat pun tak kalah tegas untuk menanggapi bibinya tersebut. Mereka berdua masih saja berdebat soal Iclal, Nur, Yigit, dan segala kebohongan, hahha...

*Iclal keluar dari kamar saat Ny Aytul masih bicara dengan Firat. Iclal mengatakan kepada ibunya untuk menyuruh pelayan mengambil koper di kamarnya. Lanjut Iclal juga berkata, bahwa ia ingin bicara berdua saja dengan Firat.

*Iclal mengatakan sesuatu kepada Firat. Kemungkinan dia meminta bantuan Firat untuk kembali membuat Nur dan Yigit terpisah, Si manja yang bodoh ini... Bisanya memang hanya merepotkan orang...

*Emin berkemas dan berpamitan kepada Hafize. Hafize menangis... Nur melihat ibu dan anak itu dengan pandangan mata sedih... Nur yang berdiri di depan pintu kaca melihat Yigit sedang berdiri di serambi depan dan sedang berbicara dengan Cahit. Tak lama, Nur memutuskan untuk bicara dengan Yigit, seusai Cahit pergi. Yigit yang melihat Nur keluar dari rumah bibinya, tahu maksud istrinya. Yigit dan Nur kemudian bicara di dekat taman lingkar. Mereka di antaranya membicarakan tentang Emin dan Elmas.

*Di ruang makan, Nazan marah –marah di hadapan Ny Aytul. Ny Aytul mencoba untuk menenangkannya. Sesaat, Ny Aytul lalu pergi untuk menghampiri Iclal yang sudah bersiap untuk pergi.

*Saat keluar dari rumah, Iclal melihat Yigit dan Nur masih bicara berdua. Iclal dan Ny Aytul beranjak mendekati mereka. Iclal sok berlagak menyapa Nur. Yigit segera mengajak Iclal untuk berangkat, meskipun Iclal sebenarnya masih berniat ingin meledek Nur, membuatnya panas. Ny Aytul juga menyuruh Iclal dan Yigit untuk segera berangkat.

*Dan akhirnya berangkatlah ‘si mantan pasangan’ untuk pergi berlibur, berdua... Mobil Yigit berangkat dan Nur hanya bisa memandang nanar suaminya pergi bersenang – senang dengan mantan istrinya... Namun  sepertinya Yigit juga tak bisa lepas memandang Nur ketika di dalam mobilnya... Ny Aytul membuang air berkah di hadapan Nur seperti sengaja untuk membuat Nur kesal.

*Di mobil, karena kesal melihat Yigit masih mencuri pandang terus ke arah Nur, mau tak mau Iclal tak bisa menahan emosinya. Iclal memulai perdebatan dengan Yigit. Namun, sejurus kemudian Iclal teringat pesan Ny Aytul untuk lebih menahan diri. Jadi yang semula mendebat Yigit, kini berlanjut sok mesra kepada Yigit. Lhaah..halllah... Beku ya beku saja...

*Masih di halaman depan rumah perkebunan Kozan, Nur kembali bertanya penuh selidik kepada Ny Aytul tentang kecurigaannya kepada Iclal.. Ny Aytul mendengarkan apa yang dicecarkan Nur kepadanya dan tentu saja Ny Aytul masih bisa menutupinya. Tak lama Firat muncul dari dalam rumah saat Nur berteriak kepada Ny Aytul yang meninggalkan pembicaraan dengan Nur.

*Firat menanyakan kepada Nur ada apa dan Nur menjawabnya dengan kesal. Firat lanjut mengatakan kepada Nur bahwa dia mengajak Nur untuk pergi berlibur sambil syuting untuk pembuatan iklan dengan Sancaktar Kosmetik.

*Cahit mengajak bertemu Elmas di jalanan hutan. Cahit tampak sudah tidak sabar dalam menghadapi Elmas. Dan dia mengatakan kepada Elmas bahwa semua sudah berakhir, sekaliyan meminta lagi uang yang kemarin sudah diberikannya kepada Elmas. Duh, yang kemarin baru saja mendadak pongah... Sekarang siap – siap tangan yang menengadah, memohon belas kasihan,,, Hahahaaa... Cahit juga terlihat sudah menyesali kekhilafannya...

*Hafize masih terus menangis ketika Emin bersiap – siap untuk pergi. Emin juga sempat berdebat dengan ayahnya yang selalu membela kakaknya. Tayyar yang berniat akan memukul Emin berhasil dicegah oleh Nur. Nur menyuruh pamannya tersebut untuk menahan diri, menjaga sikapnya.

*Emin keluar dengan diantar Hafize yang masih menangis. Nur menenangkan bibinya. Saat itu, Emin melihat Elmas datang... Emin kembali tersulut emosinya, tapi ditenangkan oleh Nur. Hafize lalu bicara pada Elmas. Emin juga kemudian masih berusaha menghampiri dan berbicara dengan kakaknya. Nur menjauhkan Emin dari usahanya untuk terus menekan Elmas. Lanjut Nur memeluk Emin dan saling mengucapkan selamat tinggal. Terakhir, Emin kembali berpamitan dengan ibunya. Hafize melepas kepergian Emin dengan tangisan.

*Elmas ada di kamarnya. Nur masuk dan mengajaknya bicara. Elmas menanggapinya dingin dan juga kesal. Saat bicara tersebut, tiba – tiba Elmas merasa mual dan ingin muntah. Elmas lansung lari menuju ke kamar mandi, diikuti oleh Nur. Nur bertanya kepada Elmas, apa yang terjadi... Saat itu, Nur masih melihat bibinya menangis di kursi. Nur kemudian pergi keluar...

*Firat sedang berbicara dengan Hazal di telepon saat Nur keluar dari rumah bibinya. Seusai menelepon, Firat sempat melirik ke Nur lalu kemudian dia menulis pesan di ponselnya ditujukan kepada Iclal. Hhmmm... Susunan ‘sandiwara’ dimulai, AVers... Deng..dengg..denggg!!!

*Nur kemudian menghampiri Firat dan mengajaknya bicara. Sepertinya mereka berdua membicarakan Elmas. Nur kelihatannya memohon kepada Firat supaya Elmas bisa ikut pergi menemaninya pergi syuting iklan Sancaktar Kosmetik. Awalnya sepertinya Firat masih menolak, tapi kemudian beranjak menyetujui. Sesaat setelah Nur meninggalkan pembicaraan, Firat menggumakan sesuatu...

*Yigit dan Iclal tiba di sebuah hotel, tempat mereka berlibur. Keluar dari mobil, Iclal menerima pesan dari Firat di ponselnya. Setelah membacanya, Iclal langsung menghapus pesan tersebut. Iclal dan Yigit kemudian masuk ke dalam hotel.

*Di kamar, Nur sedang berkemas – kemas. Elmas dengan muka pucatnya, masuk kembali ke kamar dan mereka kembali berdebat. Elmas tak tahu saja kl bagaimanapun jahatnya dia kepaada Nur, tapi sepupunya itu tetap menyayangi dan memerhatikannya...

*Di ruangan kerjanya, Kareem dan Hazal sdang membahas tentang lokasi pembuatan iklan yang mereka lihat dari laptop. Kareem puas dan menyukai tempatnya. Giliran Hazal yang kesal karena kalah pendapat, hahha... Ketika Hazal sudah keluar dari ruangan, Kareem kembali melihat foto – foto Nur di file komputernya.

*Firat berangkat bersama Nur dan Elmas menuju lokasi syuting pembuatan iklan. Elmas yang kali ini duduk di kursi belakang, meminta maaf kepada Firat untuk sikapnya yang keterlaluan kemarin.

*Di kamar hotel, ketika Iclal sibuk membongkar isi koper dan menata barang –barangnya di kamar, Yigit justru lebih memilih sibuk menyusun kata dan kalimat untuk menulis pesan kepada istrinya, hihihiii... Ditulis, dihapus lagi... Tulis, lanjut hapus lagi, begitu bolak – balik... Iclal yang tengah jalan hilir – mudik bukannya tak tanggap dengan apa yang dilakukan Yigit... Ketika akhirnya satu pesan berhasil dikirim Yigit kepada Nur, saat itu juga Iclal merebut ponsel Yigit. Beruntung, Yigit mampu mengambilnya kembali. Setelah itu, Iclal mengajak Yigit untuk pergi bersama.

*Di mobil, Nur membaca pesan dari suaminya. Nur bergumam sendiri setelah membacanya dan Elmas semapt menegurnay. Malah kemudian, lanjut mereka berdebat seperti biasanya. Di tengah perdebatan, Elmas kembali merasa mual dan ingin muntah. Nur meminta Firat menghentikan mobilnya dan Elmas langsung keluar untuk memuntahkan isi perutnya. Nur dan Firat sama – sama heran dengan apa yang baru dialami Elmas.

*Di ruang kamar mandi uap, rumah perkebunan Kozan... Nazan mengobrol dengan Ny Aytul. Nazan terus menggerutu kesal tentang Elmas dan Cahit. Ny Aytul dengan sabar mendengarkan, ceileeeee... Sabar, wkwkwkwkwkkk... Ny Aytul berusaha memberikan solusi... Haddeh... Lumayan panjang di bagian scene ini... Saya bosan melihat dua orang menyebalkan ini saling curhat dan menasehati... Penjahat juga manusia, wwweew...

*Di ruangan kerjanya, Cahit duduk sendirian sambil terus memikirkan kejadian yang harus dialaminya akhir – akhir iini... Dia masih syok, bingung, sekaligus kalut... Terngiang kembali di telinganya akan ucapan – ucapan Elmas saat mereka melakukan sesuatu hal yang amoral... Setelahnya, Cahit membuang kertas – kertas di mejanya.. Lanjut dia berucap berulang kali kata – kata, “Bodoh”...

*Kembali ke mobil Firat... Nur menanyakan kondisi Elmas pasca muntah – muntah. Firat juga ikut khawatir dengan kondisi Elmas. Elmas mengatakan bahwa ia baik – baik saja.

*Iclal mengirimkan pesan lagi kepada Firat dari gazebo hotel. Setelahnya, dia duduk di samping Yigit dan mengobrol. Pada saat mengobrol, sesaat seperti Yigit terkejut ketika Iclal membicarakan sesuatu, tapi ya sudahlah...
*Dari halaman hotel tempat Yigit dan Iclal menginap, mobil Kareem Sancaktar tiba dan memarkirnya di salah satu sisi hotel. Iclal melihatnya dari jauh dan mengatakan kepada Yigit. Yigit langsung menoleh dan terkejut melihat Kareem Sancaktar datang ke hotel yang sama. Yigit mulai merasa kesal sekaligus curiga.

*Tak lama kemudian, gantian mobil Firat masuk ke halaman hotel yang sama dengan Yigit dan Kareem. Hahahaaa... Sandiwara susunan Firat dan Iclal mulai terendus jalan ceritanya, ya elllah... Setelah memarkirkan mobilnya, Nur, Firat, dan Elmas keluar dari mobil bersama – sama. Tak sengaja Yigit menoleh lagi dan dia melihat Nur ada di sana juga... Bukan main kagetnya Yigit... Apalagi ketika melihat Kareem menyalami istrinya yang terlihat tersenyum bahagia, hahahaaa... Pada akhirnya, siapa yang sesungguhnya menikmati liburan, ddduuu..dduuu... ddduuuu....

*Pandangan mata Yigit terus tak lepas mengawasi Nur... Sementara Iclal mengawasi yang sedang mengawasi Nur, hahha... Ribet kan?!? Iclal pura – pura kaget ketika melihat Firat. Firat yang melihat Yigit dan Iclal sedang di gazebo, langsung menhampiri. Firat pun berlagak surprise... Lalu bagaimana Firat dan Iclal akan membagi perannya? Bagaimana reaksi Nur ketika tahu ternyata suaminya berada di lokasi yang sama dengan tempatnya syuting iklan? Ikuti terus cerita kelanjutannya, AVers... Sampai ketemu lagi Senin depan... Selamat jelang akhir pekan. _AW

Selasa, 25 Juli 2017

#AniesWidiyarti_MainMenangSendiri_ReviewSeasonDua_AntaraNurDanDia_6 Hhmmm... Ada gitu ketika seorang ibu dicurhati anaknya kl sang anak sudah melenyapkan nyawa seseorang dan si ibu hanya bernasehat, "Tidak apa - apa, Nak... Yang kau lakukan itu sudah benar..." Heyloooo, Nyonya Aytul... Lebih baik diamlah sejenak untuk menenangkan hati Iclal... Pantas Iclal tak pernah kapok dengan ulah - ulah bodoh dan brutalnya... Lakukan saja seperti itu terus kl memang kau ingin melihat anakmu berakhir tragis... Paling kl tidak gila, ya bunuh diri... Maaf... Saya belum tahu banyak bagaimana sebenarnya hukum di Turki berjalan... Setahu saya, meski dengan alasan membela diri dari tindakan kejahatan, namun kl itu sampai menghilangkan nyawa seseorang, hukum di Indonesia tetap menjatuhkan kurungan penjara. Kan urusannya nyawa, meski yang kita lenyapkan seorang bajingan sekalipun. Tapi, mungkin yang di Turki menganut faham aturan hukum yg berbeda. Kembali ke Ny Atyul... Mendidik anak tidak sama halnya dengan memanjakannya... Ajari dia berjuang, ajari dia bersyukur, ajari dia menghargai... Saya yakin jika Ny Aytul tegas thd Iclal, tak mau turut campur dgn obsesinya mengejar - ngejar Yigit, Iclal juga tak akan bertindak terlalu jauh... Malah sekarang dengan entengnya menyuruh Firat untuk mengakhiri Nur... Seperti menyuruh orang membeli kebab saja ketika Iclal mengatakannya kpd Firat... Iclal tak akan pernah kapok bertindak sewenang - wenang selama Ny Aytul terus memanjakannya... Yang tak pernah kapok menang sendiri juga ada, hahha... Yigit Kozan... Baru juga Nur makan malam berduaan dengan Kareem Sancaktar, coba Nur pergi berkencan beneran dengan laki - laki lain... Bisa - bisa Yigit membakar perkebunan Kozan... Yigit, Yigit... Itulah hati dan perasaan istrimu jika kau masih seringkali berduaan dengan mantan istrimu, meski dgn alasan peri kemanusiaan sekalipun... Bahkan mungkin jauh lebih dewasa istrimu ketika menyikapi kecemburuannya... Toh yang kau sangkakan kpd Nur sudah diluruskan dan bahkan istrimu sudah minta maaf untuk keteledorannya pergi tanpa minta izin kepadamu... Tapi karena ini Yigit, pokoknya hanya dia yang berhak marah dan sakit hati... Hanya dia yang boleh cemburu... Sampai lipstik produk Sancaktar Kosmetik pun tak lepas dari rasa cemburunya, wkwkwkwkwkkk... Suka dengan nasehat Cahit untuk Yigit, "Nur sudah membuatmu menjadi lebih baik. Nur adalah perempuan yang baik dan kau sangat mencintainya. Itu bagus." Meski Yigit terus menyanggah ucapan - ucapan Cahit, tapi yakin di dalam hatinya dia membenarkan semua nasehat kakaknya. Uuuffttt, Cahit yaaa... Andai kau tidak khilaf berulang kali dengan Elmas, pasti hidupmu akan lebih ringan karena hanya akan menghadapi Nazan... Elmas yang sekarang ngarep sejajar dengan Hazal, wkwkwkwkwkkk... Setidak - tidaknya Hazal tahu caranya jahat, tapi tetap elegan, Elmas... Memangnya dirimu, ujung - ujungnya malah seperti 'jual diri'. Ya sudahlah... Hari ini bolehlah Iclal menang banyak, tapi tak tahu untuk yang selanjutnya... Hahha... Have a great day, AVers... Salam hangat.
23.02.00 Unknown
#AniesWidiyarti_MainMenangSendiri_ReviewSeasonDua_AntaraNurDanDia_6 Hhmmm... Ada gitu ketika seorang ibu dicurhati anaknya kl sang anak sudah melenyapkan nyawa seseorang dan si ibu hanya bernasehat, "Tidak apa - apa, Nak... Yang kau lakukan itu sudah benar..." Heyloooo, Nyonya Aytul... Lebih baik diamlah sejenak untuk menenangkan hati Iclal... Pantas Iclal tak pernah kapok dengan ulah - ulah bodoh dan brutalnya... Lakukan saja seperti itu terus kl memang kau ingin melihat anakmu berakhir tragis... Paling kl tidak gila, ya bunuh diri... Maaf... Saya belum tahu banyak bagaimana sebenarnya hukum di Turki berjalan... Setahu saya, meski dengan alasan membela diri dari tindakan kejahatan, namun kl itu sampai menghilangkan nyawa seseorang, hukum di Indonesia tetap menjatuhkan kurungan penjara. Kan urusannya nyawa, meski yang kita lenyapkan seorang bajingan sekalipun. Tapi, mungkin yang di Turki menganut faham aturan hukum yg berbeda. Kembali ke Ny Atyul... Mendidik anak tidak sama halnya dengan memanjakannya... Ajari dia berjuang, ajari dia bersyukur, ajari dia menghargai... Saya yakin jika Ny Aytul tegas thd Iclal, tak mau turut campur dgn obsesinya mengejar - ngejar Yigit, Iclal juga tak akan bertindak terlalu jauh... Malah sekarang dengan entengnya menyuruh Firat untuk mengakhiri Nur... Seperti menyuruh orang membeli kebab saja ketika Iclal mengatakannya kpd Firat... Iclal tak akan pernah kapok bertindak sewenang - wenang selama Ny Aytul terus memanjakannya... Yang tak pernah kapok menang sendiri juga ada, hahha... Yigit Kozan... Baru juga Nur makan malam berduaan dengan Kareem Sancaktar, coba Nur pergi berkencan beneran dengan laki - laki lain... Bisa - bisa Yigit membakar perkebunan Kozan... Yigit, Yigit... Itulah hati dan perasaan istrimu jika kau masih seringkali berduaan dengan mantan istrimu, meski dgn alasan peri kemanusiaan sekalipun... Bahkan mungkin jauh lebih dewasa istrimu ketika menyikapi kecemburuannya... Toh yang kau sangkakan kpd Nur sudah diluruskan dan bahkan istrimu sudah minta maaf untuk keteledorannya pergi tanpa minta izin kepadamu... Tapi karena ini Yigit, pokoknya hanya dia yang berhak marah dan sakit hati... Hanya dia yang boleh cemburu... Sampai lipstik produk Sancaktar Kosmetik pun tak lepas dari rasa cemburunya, wkwkwkwkwkkk... Suka dengan nasehat Cahit untuk Yigit, "Nur sudah membuatmu menjadi lebih baik. Nur adalah perempuan yang baik dan kau sangat mencintainya. Itu bagus." Meski Yigit terus menyanggah ucapan - ucapan Cahit, tapi yakin di dalam hatinya dia membenarkan semua nasehat kakaknya. Uuuffttt, Cahit yaaa... Andai kau tidak khilaf berulang kali dengan Elmas, pasti hidupmu akan lebih ringan karena hanya akan menghadapi Nazan... Elmas yang sekarang ngarep sejajar dengan Hazal, wkwkwkwkwkkk... Setidak - tidaknya Hazal tahu caranya jahat, tapi tetap elegan, Elmas... Memangnya dirimu, ujung - ujungnya malah seperti 'jual diri'. Ya sudahlah... Hari ini bolehlah Iclal menang banyak, tapi tak tahu untuk yang selanjutnya... Hahha... Have a great day, AVers... Salam hangat.


#Sinopsis Antara Nur Dan Dia (Season Dua), episode 7
Asla Vazgecmem, bolum 21 part 3 & bolum 22 part 1
Tayang: Rabu, 26 Juli 2017


*Di kamar, Iclal sedang mematut diri di depan cermin. Memakai jumpsuit hitam, tatanan rambut yang berbeda, berikut lipstik warna merah menyala... Berasa siap untuk ‘memangsa’ Yigit Kozan, rrrrrrrrrrr... Pagi itu Iclal mencoba berdandan cantik (padahal kl kata saya kemenoran, norak deh jadinya, hahahaaa..), dibantu oleh Ny Aytul.

*Yigit masih berenang di ruang bawah, rumah perkebunan Kozan. Firat menyusul Yigit untuk melakukan hal yang sama. Sejenak berenang, keduanya berhenti untuk bicara di tepian kolam, membahas tentang Kareem Sancaktar. Yigit memarahi Firat karena berbisnis dengan Kareem Sancaktar dan melibatkan istrinya. Begitu marahnya kepada Firat, Yigit sampai berusaha mencekik leher Firat, lanjut membenamkan kepala Firat ke dalam air, kemudian menariknya lagi, dengan ekspresi penuh emosi... Firat sangat kepayahan dengan apa yang baru saja dilakukan sepupunya tadi, bicaranya sampai tersengal – sengal. Yigit terus memperingatkan Firat sebelum dia meninggalkan kolam renang.

*Ketika berjalan ke kamarnya, Yigit berpapasan dengan Iclal dan Ny Aytul. Ketika Iclal menyapa, “Askim”, Yigit hanya bilang, “Maaf” kepada Iclal sambil mengisyaratkan sedang tak mau diajak bicara dan terus berjalan menuju ke kamarnya. Iclal yang kesal melihat respon Yigit, bicara berbisik – bisik kepada ibunya... Ibunya lantas mengajak Iclal pergi dari situ... Hahha... Yang katanya cantik... Terabaikan lagi deh!!!

*Saat sedang mandi, Yigit kembali teringat pada pertemuannya dengan Kareem Sancaktar kemarin. Scene Yigit mandi!!! Uuuuuuggghhh...  Don’t miss it, AVers... He’s so sexy, wkwkwkwkwkkk...

*Elmas menunggu telepon dari Cahit. Di kamarnya, Elmas terus bergumam sendiri. Tak lama Nur masuk ke kamar masih dengan jubah mandi birunya dan rambut yang dibalut handuk... Istrinya Yigit Kozan ini, duh... Cantiknya natural sekali, hehhe... Elmas kembali membuat Nur kesal dengan apa yang dibicarakannya. Tapi kali ini omongan Elmas sudah sangat keterlaluan, hingga Nur tega melempar tempat lotion nya ke arah Elmas dan mengenai kepalanya. Elmas langsung berdiri dan menghampiri Nur, sambil berteriak marah. Nur menghadapi Elmas tak kalah tegas. Meskipun begitu, Nur sempat meminta maaf kepada Elmas... Lain kali kl Elmas ngeselin lagi, lempar cobek, Nur... Ech, orang Turki pakai cobek gak ya?!? Wkwkwkwkwkkk...   

*Di kamarnya, Nazan berbicara dengan Cahit di telepon. Nazan menanyakan Cahit sekarang ada di mana/pergi ke mana. Cahit sedang berada di suatu tempat, sambil membawa sebuah koper berwarna hitam. Sepertinya Cahit masuk ke dalam sebuah bank.

*Hafize berusaha melerai pertengkaran Nur dan Elmas. Kali ini Nur benar – benar tak mau mengalah begitu saja kepada Elmas.

*Di tengah keributan di kamar antara Nur, Elmas, dan juga Hafize, ponsel Elmas berbunyi. Elmas membuka pesan dari Cahit. Saat membacanya, Elmas terlihat senang dan berulang kali mengucap syukur. Melihat tingkah Elmas, Hafize menanyakan kepada Elmas ada apa... Elmas tak menjawab jelas pertanyaan ibunya...

*Iclal dan Firat kembali bertemu  berdua. Mereka bicara di gazebo. Saat itu, Iclal melihat Nur baru saja keluar dari rumah bibinya, sambil menelepon.

*Saat Nur masih berbicara di telepon, Iclal menghampirinya dari belakang.

*Sementara di kamar, Yigit sedang bersiap – siap untuk pergi. Dia lalu mendengarkan pesan suara dari Nur di ponselnya. Yigit menggerutu usai mendengar pesan dari Nur. Tak lama setelahnya, ponsel Yigit berdering. Kareem Sancaktar menghubungi...

*Iclal terus mengajak bicara Nur, setengah mencecar, setengahnya lagi menyelidik... Dan Nur yang sedang dicecar dan diselidiki, justru semakin curiga dengan sikon Iclal saat ini.

*Ketika Nur dan Iclal masih bersitegang, Yigit mendekati mereka berdua lanjut bertanya ada apa, apa yang kalian bicarakan, bla..bla..blaa...  Menjengkelkan sekali melihat Yigit di scene ini, apalagi ketika Iclal memanggilnya, “Sevgilim” (Cintaku)... Hadddeh... Yigit  bukannya meredam suasana, malah seolah – olah berulah memojokkan Nur... Ketika bicara, bukan berdiri di samping istrinya, Yigit lebih memilih berdiri di samping mantan istrinya sambil terus memandang tajam ke arah Nur dan bicara seenaknya sendiri... Nur..Nur... Sabar..Sabar...

*Iclal terus saja bicara, hhhhhh.... Dan Yigit sepertinya malah berpihak kepada Iclal. Ketika Yigit akan beranjak pergi, Iclal sempat mencium pipi Yigit. Tentu saja Nur cemburu. Tapi Nur juga punya cara untuk ‘memukul balik’ si ikan beku, hahha.. Nur memanggil suaminya saat Yigit berjalan menuju ke mobilnya... “Yigit Bey” “Aku ikut denganmu”. Melihat Nur yang terkesan lancang, Iclal kesal bukan main. Guzel, Nurrrr!!! Yigit dan Nur akhirnya pergi berdua dengan mobil. Di dalam mobil, Yigit dan Nur memulai percakapan mereka. Pemanasan dulu, hahha... Gemezzz banget nonton pasutri ini saling sewot – lucu... Nah Iclal... Hanya bisa makin emosi melihat Yigit menurut kepada Nur... Sampai Ny Aytul perlu memperingatkan anaknya tersebut untuk lebih menguasai diri dan menyeret paksa Iclal ke arah jalanan hutan di samping rumah perkebunan Kozan...

*Elmas berbicara dengan Cahit di telepon. Dia terlihat sangat puas di antara gumamannya, seusai menutup teleponnya dengan Cahit.

*Ny Aytul dan Iclal melanjutkan perdebatan mereka di jalanan hutan, di samping rumah perkebunan Kozan. Perdebatan kali ini diketahui, diintip, dan sekaligus dicuri dengar oleh Elmas. Elmas sepertinya mendengar rahasia yang sebenarnya tentang Iclal. Bahwa sebenarnya Iclal sudah sembuh, tidak lupa ingatan lagi, dan yang lebih penting Iclal tahu hubungan Yigit dan Nur. Hhmmm... Rahasia tampaknya mulai ‘jatuh’ ke oknum yang tidak tepat. Hhhheeeiisstt...

*Yigit dan Nur bicara di tebing batuan, di tepi pantai... Berdua saling berdebat, saling meyakinkan... Nur sekali lagi mengatakan kepada Yigit tentang kecurigaannya kepada sikon Iclal sekarang... Dan Yigit malah terus menyerangnya... Hadddeh, Yigit... Berasa ingin jorokin dia ke laut saat itu juga... Keras kepalanya ketularan si ikan beku... Banget!!! Saking serunya perdebatan, Yigit dan Nur tak sadar kl ada seseorang yang diam – diam memfoto mereka. Apa lagi ini??!

*Setelah beberapa saat, Nur lebih dulu meninggalkan Yigit, disusul kemudian Yigit. Yigit mengajak Nur untuk naik ke mobil, tapi Nur  tidak  mau. Nur memilih naik taksi. Di taksi, Nur menangis dan dia baru menyadari kl kalung hatinya hilang.

*Di rumah, Iclal terlihat mondar – mandir di kamarnya, sementara Elmas sedang duduk di tangga samping kolam renang, seperti sedang mengawasi sesuatu/seseorang...

*Iclal melihat Nur pulang sendirian ke rumah perkebunan Kozan dengan taksi.

*Firat sedang berbicara di telepon saat Iclal bermaksud akan memanggilnya. Iclal juga harus menahan panggilannya karena di dekat Firat juga ada Nazan yang sedang bicara di telepon. Sesaat akan mengakhiri pembicaraannya di telepon, Firat melihat ke arah Iclal dan langsung mengerti maksudnya.

*Di taman/ruang kaca, Iclal menemukan kalung Nur yang jatuh di dekat kursi, lalu mengambilnya. Iclal lanjut bicara  sambil setengah menangis. Firat yang semula mendengarkan dari arah belakang, beranjak mendekat dan merangkul Iclal...

*Di ruangan kerja, Hazal sedang berbicara dengan Kareem. Tak lama, sekretaris masuk untuk menyerahkan sebuah amplop coklat besar kepada Kareem. Hazal penasaran, tapi Kareem tak mau memperlihatkannya kepada Hazal. Setelah Hazal keluar dari ruangannya, baru Kareem membuka amplop coklat tersebut dan isinya ternyata foto – foto Yigit dan Nur ketika tadi mereka bertengkar di pantai. Hhmmm... Ternyata, Kareem Sancaktar...

*Bersamaan dengan itu, Yigit masuk ke ruangan Kareem sambil mengucap “Assalamualaikum...” Yigit langsung duduk sebelum dipersilakan, sedangkan Kareem masih setengah terbengong antara melihat foto dan kedatangan Yigit...

*Di kamarnya, Nur mencari – cari di mana kalungnya... Elmas juga ada di situ, duduk sambil membaca maajalah. Mereka masih bicara, meski saling memendam kesal...

*Iclal dan Firat masih bicara di ruang kaca/taman. Iclal berkeluh kesah dalam ratapan tangis di dada Firat yang masih merangkulnya. Duh,, Firat terus berusaha memberi pengertian kepada Iclal, namun sayangnya Iclal tetap keras kepala. Sampai kemudian kalung hati milik Nur yang dipegang Iclal, dilempar ke kursi oleh Iclal.

*Nur keluar dari rumah bibinya dengan berlari, tergesa – gesa... Nur sepertinya ingin mencari kalungnya di ruang kaca/taman...

*Firat berusaha mendebat Iclal dan Iclal terus dengan kepala batunya mempertahankan pendapatnya...

*Nur berjalan di sisi samping rumah menuju ke arah taman/ruang kaca.

*Saat sampai di ruang kaca/taman, ketika itulah tanpa sengaja Nur melihat Iclal dan Firat tengah berciuman (siap – siap diblur atau kl tidak disensor, AVers.., Hahha..). Nur sangat terkejut melihatnya... 

Bolum 22

*Nur langsung berlari keluar dari taman/ruang kaca, seusai memerrgoki Iclal dan Firat berciuman.

*Iclal menampar Firat yang dianggapnya berani berlaku kurang ajar.

*Ny Aytul berpapasan dengan Nur saat sedang berlari dari arah taman/ruang kaca. Penasaran, Ny Aytul balik menuju ke taman...

*Iclal sedang memarahi Firat saat Ny Aytul masuk ke ruang kaca/taman dan memanggil anaknya. Melihat Iclal dan Firat sedang berduaan, Ny Aytul mulai curiga. Iclal kemudian beranjak pergi. Saat Firat akan menyusul meninggalkan taman/ruang kaca, Ny Aytul menahan Firat dan menanyakan apa yang terjadi...

*Hafize sedang memasak di dapur ketika Nur masuk ke dalam rumah bibinya dengan wajah bingung dan tergesa - gesa... Hafize menyusul Nur ke kamar, menanyakan ada apa... Nur sepertinya masih syok dengan apa yang tak sengaja dilihatnya barusan, sehingga pertanyaan dari bibinya tak begitu ia hiraukan. Lalu Nur keluar lagi dari kamar, diikuti Hafize.

*Yigit menikmati secangkir kopi di ruangan Kareem Sancaktar. Mereka melanjutkan pembicaraan. Daripada pertemuan yang pertama, di pertemuan yang kedua ini Yigit terlihat lebih kalem, tenang, meski di hatinya tetap saja jengkel.

*Ny Aytul mendesak Firat bicara, namun Firat juga tak kalah tegas dan bahkan gantian membentak Ny Aytul... Saat itu, Ny Aytul tak sengaja melihat kalung hati milik Nur tergeletak di kursi dan mengambilnya. Namun kemudian, kalung itu direbut oleh Firat.

*Hafize sedang menyapu halaman, saat Firat menghampirinya untuk mencari Nur. Hafize melihat Firat membawa kalung hati Nur... Tapi setelah itu, Firat langsung pergi masih dengan membawa kalung Nur. Sesaat setelah Firat pergi, Elmas muncul dari dalam rumah.

*Di depan kaca kamarnya, Iclal berusaha menghapus lipstik di bibirnya. Dia lalu beranjak ke kamar mandi... Dipikir lipstik dihapus, ciuman Firat juga ikut terhapus dari ingatan... Iclal, harusnya memang itu bagianmu!!!

*Yigit dan Kareem masih bertahan dengan pembicaraan mereka... Tak lama kemudian, Yigit akhirnya berpamitan kepada Kareem... Sepertinya ada sebuah kesepakatan di antara mereka berdua. Apa itu? Ddduuu..dduuu..ddduuuu...

*Kareem masih terus berpikir usai Yigit meninggalkan ruangannya. Dia masih mengawasi Yigit dari jendela ruangannya. Sesaat, Hazal masuk dan bicara sebentar dengan Kareem. Kareem lalu pergi keluar dari ruangannya. Ketika Hazal seorang diri di ruangan Kareem, dia mencari – cari amplop coklat yang tadi ada pada Kareem. Hazal akhirnya menemukan amplop tersebut di laci. Saat membuka amplopnya, rasa penasaran Hazal terjawab, ternyata di dalamnya ada foto Yigit dan Nur. Setelahnya, Hazal mengembalikan amplop tersebut ke tempat semula. Lanjut, Hazal ingin menelepon seseorang...

*Elmas pergi dengan taksi. Di dalam taksi, Elmas menulis angka 3.000.000 dalam lingkaran hati, sambil tersenyum – senyum dan menggumam sendirian. Sesaat kemudian, ponselnya berdering. Hazal meneleponnya dan mengajak bertemu di kafe. Elmas menyanggupi

*Iclal sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer ketika ibunya masuk ke kamarnya. Ny Aytul tiba – tiba langsung mencabut steker  hair dryer Iclal dan mengajak Iclal kembali membahas tentang pertemuannya tadi dengan Firat... Ada apa dengan Iclal dan Firat sampai membuat Nur lari gelagapan.. Iclal kaget mendengar apa yang baru saja diucapkan ibunya...

*Nur berjalan di hutan sendirian, sambil melepas sepatunya... Dia masih saja syok dan bingung dengan yang tadi dilihatnya di taman/ruang kaca... Firat mengejarnya untuk mengembalikan kalung Nur... Nur melihat Firat dengan tatapan bingung campur jengkel...

*Iclal langsung ketakutan ketika mendengar cerita dari ibunya mengenai Nur...

*Firat bicara dengan Nur. Firat sepertinya kali ini berterus terang kepada Nur tentang cintanya kepada Iclal.

*Ny Aytul memarahi Iclal yang sedang ketakutan. Dan seperti biasa, anak manjanya itu selalu setia dengan tangisannya. Saat itulah, Mert masuk ke kamar dan melihat neneknya sedang memarahi ibunya. Mert mendekati Iclal dan merangkulnya... Mert yang baik dan perasa... Tak akan menyangka dia lahir dari seorang ibu seperti Iclal...

*Elmas dan Hazal bertemu di sebuah kafe. Hazal sepertinya sedang ingin mengorek informasi dari Elmas tentang seseorang dan sesuatu. Hahahaaa...

*Masih di hutan, Firat menceritakan tentang Iclal kepada Nur. Nur berusaha memahami dan memercayai apa yang dikatakan Firat kepadanya.

*Mobil Yigit melintas jalanan hutan. Sambil menyetir, Yigit berbicara dengan Cahit melalui ponselnya... Mungkin Yigit menceritakan apa yang tadi dibicarakan dengan Kareem Sancaktar...

*Firat dan Nur masih meneruskan pembicaraan mereka. Dari kejauhan, tampak mobil Yigit berhenti di sisi jalan hutan. Yigit rupanya tahu kl Firat sedang berbicara dengan Nur. Saat memanggil istrinya, Yigit lanjut menyakan ada apa dengan Nur dan Firat... Yigit tentu saja curiga. Tak lama, Firat meninggalkan pembicaraan itu lebih dulu... Sempat Yigit membisikkan sesuatu kepada Firat. Setelah Firat pergi, kini hanya tinggal ada pasutri keren tersebut... Yigit terus ‘mengejar’ jawaban dan penjelasan dari Nur... Sedangkan yang ‘dikejar’ saja wajahnya terus menyiratkan kebingungan...

*Hazal tentunya ingin menyelidiki tentang Nur melalui Elmas. Keduanya saling serius bicara, Elmas sepertinya sudah tanggap dengan apa yang diingkan Hazal. Elmas lebih dulu meninggalkan kafe dan membiarkan Hazal sendiri dengan muka agak kesal...

*Yigit dan Nur memulai lagi perdebatannya... Saling bicara, saling juga menimpali. Setelah kesal tak memperoleh apa yang diinginkan dan ternyata istrinya tak bisa diajak bekerja sama, Yigit kembali menunjukkan kekesalannya dengan meninggalkan Nur sendirian di hutan. Nur yang kali ini tak begitu peduli, lebih memilih melamunkan semua kebingungannya hari ini...

*Mert masih menenangkan ibunya di kamar. Ny Aytul meminta Mert untuk sementara tidak mengganggu ibunya dan mengajaknya keluar dari kamar untuk menuju kamarnya sendiri.

*Melihat Iclal sudah sendirian di kamar, Firat masuk ke kamar Iclal untuk kembali bicara dengan perempuan yang dicintainya tersebut. Iclal terkejut melihat kedatangan Firat ke kamarnya. Iclal masih marah kepada Firat. Sambil setengah menangis, Iclal terus mendebat Firat. .. Lalu apa yang dilakukan Firat untuk kembali berdamai dengan Iclal? Bagaimana nasib rumah tangga Nur dan Yigit  setelah hanya ada debat dan perdebatan di antara pasutri tersebut?? Nonton terus ya, AVers... Good luck. _AW         
22.55.00 Unknown


#Sinopsis Antara Nur Dan Dia (Season Dua), episode 7
Asla Vazgecmem, bolum 21 part 3 & bolum 22 part 1
Tayang: Rabu, 26 Juli 2017


*Di kamar, Iclal sedang mematut diri di depan cermin. Memakai jumpsuit hitam, tatanan rambut yang berbeda, berikut lipstik warna merah menyala... Berasa siap untuk ‘memangsa’ Yigit Kozan, rrrrrrrrrrr... Pagi itu Iclal mencoba berdandan cantik (padahal kl kata saya kemenoran, norak deh jadinya, hahahaaa..), dibantu oleh Ny Aytul.

*Yigit masih berenang di ruang bawah, rumah perkebunan Kozan. Firat menyusul Yigit untuk melakukan hal yang sama. Sejenak berenang, keduanya berhenti untuk bicara di tepian kolam, membahas tentang Kareem Sancaktar. Yigit memarahi Firat karena berbisnis dengan Kareem Sancaktar dan melibatkan istrinya. Begitu marahnya kepada Firat, Yigit sampai berusaha mencekik leher Firat, lanjut membenamkan kepala Firat ke dalam air, kemudian menariknya lagi, dengan ekspresi penuh emosi... Firat sangat kepayahan dengan apa yang baru saja dilakukan sepupunya tadi, bicaranya sampai tersengal – sengal. Yigit terus memperingatkan Firat sebelum dia meninggalkan kolam renang.

*Ketika berjalan ke kamarnya, Yigit berpapasan dengan Iclal dan Ny Aytul. Ketika Iclal menyapa, “Askim”, Yigit hanya bilang, “Maaf” kepada Iclal sambil mengisyaratkan sedang tak mau diajak bicara dan terus berjalan menuju ke kamarnya. Iclal yang kesal melihat respon Yigit, bicara berbisik – bisik kepada ibunya... Ibunya lantas mengajak Iclal pergi dari situ... Hahha... Yang katanya cantik... Terabaikan lagi deh!!!

*Saat sedang mandi, Yigit kembali teringat pada pertemuannya dengan Kareem Sancaktar kemarin. Scene Yigit mandi!!! Uuuuuuggghhh...  Don’t miss it, AVers... He’s so sexy, wkwkwkwkwkkk...

*Elmas menunggu telepon dari Cahit. Di kamarnya, Elmas terus bergumam sendiri. Tak lama Nur masuk ke kamar masih dengan jubah mandi birunya dan rambut yang dibalut handuk... Istrinya Yigit Kozan ini, duh... Cantiknya natural sekali, hehhe... Elmas kembali membuat Nur kesal dengan apa yang dibicarakannya. Tapi kali ini omongan Elmas sudah sangat keterlaluan, hingga Nur tega melempar tempat lotion nya ke arah Elmas dan mengenai kepalanya. Elmas langsung berdiri dan menghampiri Nur, sambil berteriak marah. Nur menghadapi Elmas tak kalah tegas. Meskipun begitu, Nur sempat meminta maaf kepada Elmas... Lain kali kl Elmas ngeselin lagi, lempar cobek, Nur... Ech, orang Turki pakai cobek gak ya?!? Wkwkwkwkwkkk...   

*Di kamarnya, Nazan berbicara dengan Cahit di telepon. Nazan menanyakan Cahit sekarang ada di mana/pergi ke mana. Cahit sedang berada di suatu tempat, sambil membawa sebuah koper berwarna hitam. Sepertinya Cahit masuk ke dalam sebuah bank.

*Hafize berusaha melerai pertengkaran Nur dan Elmas. Kali ini Nur benar – benar tak mau mengalah begitu saja kepada Elmas.

*Di tengah keributan di kamar antara Nur, Elmas, dan juga Hafize, ponsel Elmas berbunyi. Elmas membuka pesan dari Cahit. Saat membacanya, Elmas terlihat senang dan berulang kali mengucap syukur. Melihat tingkah Elmas, Hafize menanyakan kepada Elmas ada apa... Elmas tak menjawab jelas pertanyaan ibunya...

*Iclal dan Firat kembali bertemu  berdua. Mereka bicara di gazebo. Saat itu, Iclal melihat Nur baru saja keluar dari rumah bibinya, sambil menelepon.

*Saat Nur masih berbicara di telepon, Iclal menghampirinya dari belakang.

*Sementara di kamar, Yigit sedang bersiap – siap untuk pergi. Dia lalu mendengarkan pesan suara dari Nur di ponselnya. Yigit menggerutu usai mendengar pesan dari Nur. Tak lama setelahnya, ponsel Yigit berdering. Kareem Sancaktar menghubungi...

*Iclal terus mengajak bicara Nur, setengah mencecar, setengahnya lagi menyelidik... Dan Nur yang sedang dicecar dan diselidiki, justru semakin curiga dengan sikon Iclal saat ini.

*Ketika Nur dan Iclal masih bersitegang, Yigit mendekati mereka berdua lanjut bertanya ada apa, apa yang kalian bicarakan, bla..bla..blaa...  Menjengkelkan sekali melihat Yigit di scene ini, apalagi ketika Iclal memanggilnya, “Sevgilim” (Cintaku)... Hadddeh... Yigit  bukannya meredam suasana, malah seolah – olah berulah memojokkan Nur... Ketika bicara, bukan berdiri di samping istrinya, Yigit lebih memilih berdiri di samping mantan istrinya sambil terus memandang tajam ke arah Nur dan bicara seenaknya sendiri... Nur..Nur... Sabar..Sabar...

*Iclal terus saja bicara, hhhhhh.... Dan Yigit sepertinya malah berpihak kepada Iclal. Ketika Yigit akan beranjak pergi, Iclal sempat mencium pipi Yigit. Tentu saja Nur cemburu. Tapi Nur juga punya cara untuk ‘memukul balik’ si ikan beku, hahha.. Nur memanggil suaminya saat Yigit berjalan menuju ke mobilnya... “Yigit Bey” “Aku ikut denganmu”. Melihat Nur yang terkesan lancang, Iclal kesal bukan main. Guzel, Nurrrr!!! Yigit dan Nur akhirnya pergi berdua dengan mobil. Di dalam mobil, Yigit dan Nur memulai percakapan mereka. Pemanasan dulu, hahha... Gemezzz banget nonton pasutri ini saling sewot – lucu... Nah Iclal... Hanya bisa makin emosi melihat Yigit menurut kepada Nur... Sampai Ny Aytul perlu memperingatkan anaknya tersebut untuk lebih menguasai diri dan menyeret paksa Iclal ke arah jalanan hutan di samping rumah perkebunan Kozan...

*Elmas berbicara dengan Cahit di telepon. Dia terlihat sangat puas di antara gumamannya, seusai menutup teleponnya dengan Cahit.

*Ny Aytul dan Iclal melanjutkan perdebatan mereka di jalanan hutan, di samping rumah perkebunan Kozan. Perdebatan kali ini diketahui, diintip, dan sekaligus dicuri dengar oleh Elmas. Elmas sepertinya mendengar rahasia yang sebenarnya tentang Iclal. Bahwa sebenarnya Iclal sudah sembuh, tidak lupa ingatan lagi, dan yang lebih penting Iclal tahu hubungan Yigit dan Nur. Hhmmm... Rahasia tampaknya mulai ‘jatuh’ ke oknum yang tidak tepat. Hhhheeeiisstt...

*Yigit dan Nur bicara di tebing batuan, di tepi pantai... Berdua saling berdebat, saling meyakinkan... Nur sekali lagi mengatakan kepada Yigit tentang kecurigaannya kepada sikon Iclal sekarang... Dan Yigit malah terus menyerangnya... Hadddeh, Yigit... Berasa ingin jorokin dia ke laut saat itu juga... Keras kepalanya ketularan si ikan beku... Banget!!! Saking serunya perdebatan, Yigit dan Nur tak sadar kl ada seseorang yang diam – diam memfoto mereka. Apa lagi ini??!

*Setelah beberapa saat, Nur lebih dulu meninggalkan Yigit, disusul kemudian Yigit. Yigit mengajak Nur untuk naik ke mobil, tapi Nur  tidak  mau. Nur memilih naik taksi. Di taksi, Nur menangis dan dia baru menyadari kl kalung hatinya hilang.

*Di rumah, Iclal terlihat mondar – mandir di kamarnya, sementara Elmas sedang duduk di tangga samping kolam renang, seperti sedang mengawasi sesuatu/seseorang...

*Iclal melihat Nur pulang sendirian ke rumah perkebunan Kozan dengan taksi.

*Firat sedang berbicara di telepon saat Iclal bermaksud akan memanggilnya. Iclal juga harus menahan panggilannya karena di dekat Firat juga ada Nazan yang sedang bicara di telepon. Sesaat akan mengakhiri pembicaraannya di telepon, Firat melihat ke arah Iclal dan langsung mengerti maksudnya.

*Di taman/ruang kaca, Iclal menemukan kalung Nur yang jatuh di dekat kursi, lalu mengambilnya. Iclal lanjut bicara  sambil setengah menangis. Firat yang semula mendengarkan dari arah belakang, beranjak mendekat dan merangkul Iclal...

*Di ruangan kerja, Hazal sedang berbicara dengan Kareem. Tak lama, sekretaris masuk untuk menyerahkan sebuah amplop coklat besar kepada Kareem. Hazal penasaran, tapi Kareem tak mau memperlihatkannya kepada Hazal. Setelah Hazal keluar dari ruangannya, baru Kareem membuka amplop coklat tersebut dan isinya ternyata foto – foto Yigit dan Nur ketika tadi mereka bertengkar di pantai. Hhmmm... Ternyata, Kareem Sancaktar...

*Bersamaan dengan itu, Yigit masuk ke ruangan Kareem sambil mengucap “Assalamualaikum...” Yigit langsung duduk sebelum dipersilakan, sedangkan Kareem masih setengah terbengong antara melihat foto dan kedatangan Yigit...

*Di kamarnya, Nur mencari – cari di mana kalungnya... Elmas juga ada di situ, duduk sambil membaca maajalah. Mereka masih bicara, meski saling memendam kesal...

*Iclal dan Firat masih bicara di ruang kaca/taman. Iclal berkeluh kesah dalam ratapan tangis di dada Firat yang masih merangkulnya. Duh,, Firat terus berusaha memberi pengertian kepada Iclal, namun sayangnya Iclal tetap keras kepala. Sampai kemudian kalung hati milik Nur yang dipegang Iclal, dilempar ke kursi oleh Iclal.

*Nur keluar dari rumah bibinya dengan berlari, tergesa – gesa... Nur sepertinya ingin mencari kalungnya di ruang kaca/taman...

*Firat berusaha mendebat Iclal dan Iclal terus dengan kepala batunya mempertahankan pendapatnya...

*Nur berjalan di sisi samping rumah menuju ke arah taman/ruang kaca.

*Saat sampai di ruang kaca/taman, ketika itulah tanpa sengaja Nur melihat Iclal dan Firat tengah berciuman (siap – siap diblur atau kl tidak disensor, AVers.., Hahha..). Nur sangat terkejut melihatnya... 

Bolum 22

*Nur langsung berlari keluar dari taman/ruang kaca, seusai memerrgoki Iclal dan Firat berciuman.

*Iclal menampar Firat yang dianggapnya berani berlaku kurang ajar.

*Ny Aytul berpapasan dengan Nur saat sedang berlari dari arah taman/ruang kaca. Penasaran, Ny Aytul balik menuju ke taman...

*Iclal sedang memarahi Firat saat Ny Aytul masuk ke ruang kaca/taman dan memanggil anaknya. Melihat Iclal dan Firat sedang berduaan, Ny Aytul mulai curiga. Iclal kemudian beranjak pergi. Saat Firat akan menyusul meninggalkan taman/ruang kaca, Ny Aytul menahan Firat dan menanyakan apa yang terjadi...

*Hafize sedang memasak di dapur ketika Nur masuk ke dalam rumah bibinya dengan wajah bingung dan tergesa - gesa... Hafize menyusul Nur ke kamar, menanyakan ada apa... Nur sepertinya masih syok dengan apa yang tak sengaja dilihatnya barusan, sehingga pertanyaan dari bibinya tak begitu ia hiraukan. Lalu Nur keluar lagi dari kamar, diikuti Hafize.

*Yigit menikmati secangkir kopi di ruangan Kareem Sancaktar. Mereka melanjutkan pembicaraan. Daripada pertemuan yang pertama, di pertemuan yang kedua ini Yigit terlihat lebih kalem, tenang, meski di hatinya tetap saja jengkel.

*Ny Aytul mendesak Firat bicara, namun Firat juga tak kalah tegas dan bahkan gantian membentak Ny Aytul... Saat itu, Ny Aytul tak sengaja melihat kalung hati milik Nur tergeletak di kursi dan mengambilnya. Namun kemudian, kalung itu direbut oleh Firat.

*Hafize sedang menyapu halaman, saat Firat menghampirinya untuk mencari Nur. Hafize melihat Firat membawa kalung hati Nur... Tapi setelah itu, Firat langsung pergi masih dengan membawa kalung Nur. Sesaat setelah Firat pergi, Elmas muncul dari dalam rumah.

*Di depan kaca kamarnya, Iclal berusaha menghapus lipstik di bibirnya. Dia lalu beranjak ke kamar mandi... Dipikir lipstik dihapus, ciuman Firat juga ikut terhapus dari ingatan... Iclal, harusnya memang itu bagianmu!!!

*Yigit dan Kareem masih bertahan dengan pembicaraan mereka... Tak lama kemudian, Yigit akhirnya berpamitan kepada Kareem... Sepertinya ada sebuah kesepakatan di antara mereka berdua. Apa itu? Ddduuu..dduuu..ddduuuu...

*Kareem masih terus berpikir usai Yigit meninggalkan ruangannya. Dia masih mengawasi Yigit dari jendela ruangannya. Sesaat, Hazal masuk dan bicara sebentar dengan Kareem. Kareem lalu pergi keluar dari ruangannya. Ketika Hazal seorang diri di ruangan Kareem, dia mencari – cari amplop coklat yang tadi ada pada Kareem. Hazal akhirnya menemukan amplop tersebut di laci. Saat membuka amplopnya, rasa penasaran Hazal terjawab, ternyata di dalamnya ada foto Yigit dan Nur. Setelahnya, Hazal mengembalikan amplop tersebut ke tempat semula. Lanjut, Hazal ingin menelepon seseorang...

*Elmas pergi dengan taksi. Di dalam taksi, Elmas menulis angka 3.000.000 dalam lingkaran hati, sambil tersenyum – senyum dan menggumam sendirian. Sesaat kemudian, ponselnya berdering. Hazal meneleponnya dan mengajak bertemu di kafe. Elmas menyanggupi

*Iclal sedang mengeringkan rambutnya dengan hair dryer ketika ibunya masuk ke kamarnya. Ny Aytul tiba – tiba langsung mencabut steker  hair dryer Iclal dan mengajak Iclal kembali membahas tentang pertemuannya tadi dengan Firat... Ada apa dengan Iclal dan Firat sampai membuat Nur lari gelagapan.. Iclal kaget mendengar apa yang baru saja diucapkan ibunya...

*Nur berjalan di hutan sendirian, sambil melepas sepatunya... Dia masih saja syok dan bingung dengan yang tadi dilihatnya di taman/ruang kaca... Firat mengejarnya untuk mengembalikan kalung Nur... Nur melihat Firat dengan tatapan bingung campur jengkel...

*Iclal langsung ketakutan ketika mendengar cerita dari ibunya mengenai Nur...

*Firat bicara dengan Nur. Firat sepertinya kali ini berterus terang kepada Nur tentang cintanya kepada Iclal.

*Ny Aytul memarahi Iclal yang sedang ketakutan. Dan seperti biasa, anak manjanya itu selalu setia dengan tangisannya. Saat itulah, Mert masuk ke kamar dan melihat neneknya sedang memarahi ibunya. Mert mendekati Iclal dan merangkulnya... Mert yang baik dan perasa... Tak akan menyangka dia lahir dari seorang ibu seperti Iclal...

*Elmas dan Hazal bertemu di sebuah kafe. Hazal sepertinya sedang ingin mengorek informasi dari Elmas tentang seseorang dan sesuatu. Hahahaaa...

*Masih di hutan, Firat menceritakan tentang Iclal kepada Nur. Nur berusaha memahami dan memercayai apa yang dikatakan Firat kepadanya.

*Mobil Yigit melintas jalanan hutan. Sambil menyetir, Yigit berbicara dengan Cahit melalui ponselnya... Mungkin Yigit menceritakan apa yang tadi dibicarakan dengan Kareem Sancaktar...

*Firat dan Nur masih meneruskan pembicaraan mereka. Dari kejauhan, tampak mobil Yigit berhenti di sisi jalan hutan. Yigit rupanya tahu kl Firat sedang berbicara dengan Nur. Saat memanggil istrinya, Yigit lanjut menyakan ada apa dengan Nur dan Firat... Yigit tentu saja curiga. Tak lama, Firat meninggalkan pembicaraan itu lebih dulu... Sempat Yigit membisikkan sesuatu kepada Firat. Setelah Firat pergi, kini hanya tinggal ada pasutri keren tersebut... Yigit terus ‘mengejar’ jawaban dan penjelasan dari Nur... Sedangkan yang ‘dikejar’ saja wajahnya terus menyiratkan kebingungan...

*Hazal tentunya ingin menyelidiki tentang Nur melalui Elmas. Keduanya saling serius bicara, Elmas sepertinya sudah tanggap dengan apa yang diingkan Hazal. Elmas lebih dulu meninggalkan kafe dan membiarkan Hazal sendiri dengan muka agak kesal...

*Yigit dan Nur memulai lagi perdebatannya... Saling bicara, saling juga menimpali. Setelah kesal tak memperoleh apa yang diinginkan dan ternyata istrinya tak bisa diajak bekerja sama, Yigit kembali menunjukkan kekesalannya dengan meninggalkan Nur sendirian di hutan. Nur yang kali ini tak begitu peduli, lebih memilih melamunkan semua kebingungannya hari ini...

*Mert masih menenangkan ibunya di kamar. Ny Aytul meminta Mert untuk sementara tidak mengganggu ibunya dan mengajaknya keluar dari kamar untuk menuju kamarnya sendiri.

*Melihat Iclal sudah sendirian di kamar, Firat masuk ke kamar Iclal untuk kembali bicara dengan perempuan yang dicintainya tersebut. Iclal terkejut melihat kedatangan Firat ke kamarnya. Iclal masih marah kepada Firat. Sambil setengah menangis, Iclal terus mendebat Firat. .. Lalu apa yang dilakukan Firat untuk kembali berdamai dengan Iclal? Bagaimana nasib rumah tangga Nur dan Yigit  setelah hanya ada debat dan perdebatan di antara pasutri tersebut?? Nonton terus ya, AVers... Good luck. _AW