\

Sabtu, 05 Desember 2015

#‎BertemuRinduBerbuahPilu_Shehrazat123‬ Di periode awal saya mengulas tentang trauma 'skandal malam kelam Dubai' yang dialami Shehrazat, saya kurang lebih menyimpulkan bahwa trauma ini memang akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kisah hidupnya. 

Bagaimanapun apabila Sheh sewaktu-waktu mengingatnya, pasti akan menimbulkan suatu ketakutan dan perasaan rendah diri. Tapi saya tidak akan pernah membayangkan, bagaimana bisa Shehrazat yang cerdas, berpendidikan tinggi, mandiri, dan punya karier yang mapan, akan bertindak seperti halnya perempuan yang tidak tahu menjaga kehormatan dirinya sendiri dan sopan santun, ketika isu trauma itu mendadak bergulir lagi. 

Saya tidak akan menyangkal trauma beratmu itu, Sheh... Tapi saya akan sangat jelas menyangkal, jika kau bersikeras mengatakan dirimu menjadi sekeras batu dan sangat emosional karena demi mempertahankan harga diri dan tidak mau lagi hidup serba dilecehkan dan dikesampingkan. Harga dirimu mo dihargai berapa, Sheh? 

Kl boleh saya ingin menjadi perantara bagi Onur untuk mencoba menjernihkan kembali pikiranmu yang semakin tidak jelas di mana letak kebijaksanaannya. Sok mengatakan pada Engin,bahwa Kaan sedang tidak stabil, lha emaknya z kondisinya masih sangat labil... Kau tidak bisa lagi membedakan mana konflik yang hanya dalam wilayah orang dewasa dan mana yang tidak boleh tersentuh oleh anak. Harusnya ketika tadi malam Onur datang menemuimu sambil menggendong atau menggandeng Kaan, reaksimu jangan sefrontal itu. Kesannya kau malah seperti memamerkan aibmu sendiri di hadapan orang banyak. Toh Onur datang ke kantormu tidak dengan kemarahan yang membara atau ketidaksopanan yang mengganggu. 

Setidak-tidaknya di tengah kebencian yang terpendam di hati, kau bisa mengolah dan mengkombinasikannya dengan reaksi yang jaim atau datar. Bukan malah marah-marah dan memaksa Kaan sambil menyeret-nyeretnya dengan sangat kasar. Ya Tuhan, Sheh... Setelah kejadian ngamuk-ngamuk tempo hari di kantor Onur yang berakhir dengan kalap dan tak terkendali, makin tega saya untuk sekadar menamparmu melihat kejadian tadi malam. Perlu kau tahu, tamparan itu bukan karena saya membencimu, tapi lebih ke prihatin dan miris melihatmu yang semakin terlihat frustasi dan terpenjara masa lalu. 

Yupz, kau sendiri yang memilih untuk terpenjara dan terus terjebak dengan masa lalu. Bukan berusaha mencari solusi bagaimana trauma itu bisa lambat-laun terobati, namun sebaliknya kau sendiri yang seolah-olah membukanya kembali dan menjadi semakin menganga. Belajarlah melihat dunia dengn seluas-luasnya, ada jutaan orang juga hidup dengan masa lalu tragis dan pengalaman-pengalaman yang lebih ironios, tapi ya apa iya semuanya hidup berteman keterpurukan?? Segeralah bertemu psikolog atau psikiater, temukan cara bagaimana mengolah trauma bisa berbalik menjadi semacam semangat bahwa hidup ke depan harus lebih baik. 

Melihatmu yang sok-sok an bijak di hadapan Kaan, Duru, atau mantan istri Engin, saya merasa kau ini memang pintarnya hanya menasehati orang, tapi tidak untuk menasehati dirimu sendiri. Kl kata saya yang masih ingin melihatmu menjadi Shehrazat yang hebat, "Kamu sungguh ironis dan serba memprihatinkan, Sheh." Akan tetapi, kl mungkin saya sudah terlalu mentog dengan sikon dan kelakuanmu, saya akan berucap. "Kamu munafik." Setidak-tidaknya, Onur yang belakangan sempat menjadi sasaran kemarahan saya juga, menjadi terlihat sangat manusiawi lagi. Kerinduannya pada Kaan dan juga mantan istri, diwujudkannya dengan jalan yang baik, yaitu berusaha bertemu sekaliyan bermaksud meluruskan apa yang sekiranya dahulu menjadi kesalahpahaman. 

Onur datang tidak dengan perasaan yang penuh kemenangan, akan tetapi lebih ke suasana dan niatan yang bersahaja, yaitu rasa rindu ingin bertemu dengan orang-orang yang begitu dekat di hati. Ech lha ko' responnya malah begitu memilukan. Bahkan ketika Onur memohon sambil setengah mengemis pada Shehrazat, seketika itu pula hati saya ikut luluh dan lupa kl dia kemarin sempat begitu menyebalkan bersama Emel, Hehhe.. Mungkin karena terlihat masih menyisakan kesungguhan pada cinta Shehrazat itu pula yang membuat Bennu tak pernah lelah untuk memberikan dukungan dan semangat pada Onur. Yeeaay, Bennu berusaha menambal kesalahan sepertinya... 

Tapi gpplah, memang sudah seharusnya kan?! Yang harusnya segera sadar dan menambal dosa-dosa dan kesalahannya adalah Eda Akinay. Duh, si jagal perempuan... Terjepit sekali sekarang posisinya... Miskin dan mengenaskan... Duniamu sekarang tak lebih lebar dari daun petai Cina, Eda... Wkwkwkwkwkkk... 

Berikutnya yang harus segera mengaku dosa dan berinsyaf segera, mungkin Ali Kemal dan Gani Effendi. Hadddeh... Sampai dah diteror ituuuu... Lari kocar-kacir dan tiarap seperti laki-laki yang sudah tidak ada harga diri... Dikejar-kejar mafia bandar judi dan tipu sana-sini. Wkwkwkwkwkkk... Semakin ngakak ketika Range Rover yang dijadikan jaminan pembayaran hutang kepada bandar, malah dilaporkan hilang oleh Fusun, dan akhirnya ditemukan oleh polisi. Doh..,adohhhh... Cerdas dikit dunk bo'ongnya, Ali Kemal. Gani..Gani... 

Memang benar apa kata Fusun, duniamu menjelang kiamat karena kau menjadi antek Ali Kemal. Entah ketololan apa lagi yang akan terjadi berikutnya. Untuk para Shevers dan Onurism, maaf ababila dalam ulasan kali ini mungkin ada sebagian yang merasa, "... Koq gitu banget sie nulis tentang Shehnya..." Ya gpp... Sy kemarin-kemarin juga sama z ketika Onur melakukan rupa-rupa celanya. Hehhe.. Saya hanya ingin mengulasnya secara berimbang... 

Cerita ini mungkin berawal dari dongeng, tapi dongeng tidak selamanya harus meninabobokkan sang pembaca. Laki-laki tidak selamanya menjadi gentleman super, pun perempuan juga tidak harus terkungkung dibanding laki-laki. Tapi bukan menjadi perempuan yang kurang ajar juga untuk bisa sepadan dengan laki-laki. Happy weekend, Shevers 'n Onurism... Have a beautiful Saturday... Salam hangat.
09.41.00 Unknown
#‎BertemuRinduBerbuahPilu_Shehrazat123‬ Di periode awal saya mengulas tentang trauma 'skandal malam kelam Dubai' yang dialami Shehrazat, saya kurang lebih menyimpulkan bahwa trauma ini memang akan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kisah hidupnya. 

Bagaimanapun apabila Sheh sewaktu-waktu mengingatnya, pasti akan menimbulkan suatu ketakutan dan perasaan rendah diri. Tapi saya tidak akan pernah membayangkan, bagaimana bisa Shehrazat yang cerdas, berpendidikan tinggi, mandiri, dan punya karier yang mapan, akan bertindak seperti halnya perempuan yang tidak tahu menjaga kehormatan dirinya sendiri dan sopan santun, ketika isu trauma itu mendadak bergulir lagi. 

Saya tidak akan menyangkal trauma beratmu itu, Sheh... Tapi saya akan sangat jelas menyangkal, jika kau bersikeras mengatakan dirimu menjadi sekeras batu dan sangat emosional karena demi mempertahankan harga diri dan tidak mau lagi hidup serba dilecehkan dan dikesampingkan. Harga dirimu mo dihargai berapa, Sheh? 

Kl boleh saya ingin menjadi perantara bagi Onur untuk mencoba menjernihkan kembali pikiranmu yang semakin tidak jelas di mana letak kebijaksanaannya. Sok mengatakan pada Engin,bahwa Kaan sedang tidak stabil, lha emaknya z kondisinya masih sangat labil... Kau tidak bisa lagi membedakan mana konflik yang hanya dalam wilayah orang dewasa dan mana yang tidak boleh tersentuh oleh anak. Harusnya ketika tadi malam Onur datang menemuimu sambil menggendong atau menggandeng Kaan, reaksimu jangan sefrontal itu. Kesannya kau malah seperti memamerkan aibmu sendiri di hadapan orang banyak. Toh Onur datang ke kantormu tidak dengan kemarahan yang membara atau ketidaksopanan yang mengganggu. 

Setidak-tidaknya di tengah kebencian yang terpendam di hati, kau bisa mengolah dan mengkombinasikannya dengan reaksi yang jaim atau datar. Bukan malah marah-marah dan memaksa Kaan sambil menyeret-nyeretnya dengan sangat kasar. Ya Tuhan, Sheh... Setelah kejadian ngamuk-ngamuk tempo hari di kantor Onur yang berakhir dengan kalap dan tak terkendali, makin tega saya untuk sekadar menamparmu melihat kejadian tadi malam. Perlu kau tahu, tamparan itu bukan karena saya membencimu, tapi lebih ke prihatin dan miris melihatmu yang semakin terlihat frustasi dan terpenjara masa lalu. 

Yupz, kau sendiri yang memilih untuk terpenjara dan terus terjebak dengan masa lalu. Bukan berusaha mencari solusi bagaimana trauma itu bisa lambat-laun terobati, namun sebaliknya kau sendiri yang seolah-olah membukanya kembali dan menjadi semakin menganga. Belajarlah melihat dunia dengn seluas-luasnya, ada jutaan orang juga hidup dengan masa lalu tragis dan pengalaman-pengalaman yang lebih ironios, tapi ya apa iya semuanya hidup berteman keterpurukan?? Segeralah bertemu psikolog atau psikiater, temukan cara bagaimana mengolah trauma bisa berbalik menjadi semacam semangat bahwa hidup ke depan harus lebih baik. 

Melihatmu yang sok-sok an bijak di hadapan Kaan, Duru, atau mantan istri Engin, saya merasa kau ini memang pintarnya hanya menasehati orang, tapi tidak untuk menasehati dirimu sendiri. Kl kata saya yang masih ingin melihatmu menjadi Shehrazat yang hebat, "Kamu sungguh ironis dan serba memprihatinkan, Sheh." Akan tetapi, kl mungkin saya sudah terlalu mentog dengan sikon dan kelakuanmu, saya akan berucap. "Kamu munafik." Setidak-tidaknya, Onur yang belakangan sempat menjadi sasaran kemarahan saya juga, menjadi terlihat sangat manusiawi lagi. Kerinduannya pada Kaan dan juga mantan istri, diwujudkannya dengan jalan yang baik, yaitu berusaha bertemu sekaliyan bermaksud meluruskan apa yang sekiranya dahulu menjadi kesalahpahaman. 

Onur datang tidak dengan perasaan yang penuh kemenangan, akan tetapi lebih ke suasana dan niatan yang bersahaja, yaitu rasa rindu ingin bertemu dengan orang-orang yang begitu dekat di hati. Ech lha ko' responnya malah begitu memilukan. Bahkan ketika Onur memohon sambil setengah mengemis pada Shehrazat, seketika itu pula hati saya ikut luluh dan lupa kl dia kemarin sempat begitu menyebalkan bersama Emel, Hehhe.. Mungkin karena terlihat masih menyisakan kesungguhan pada cinta Shehrazat itu pula yang membuat Bennu tak pernah lelah untuk memberikan dukungan dan semangat pada Onur. Yeeaay, Bennu berusaha menambal kesalahan sepertinya... 

Tapi gpplah, memang sudah seharusnya kan?! Yang harusnya segera sadar dan menambal dosa-dosa dan kesalahannya adalah Eda Akinay. Duh, si jagal perempuan... Terjepit sekali sekarang posisinya... Miskin dan mengenaskan... Duniamu sekarang tak lebih lebar dari daun petai Cina, Eda... Wkwkwkwkwkkk... 

Berikutnya yang harus segera mengaku dosa dan berinsyaf segera, mungkin Ali Kemal dan Gani Effendi. Hadddeh... Sampai dah diteror ituuuu... Lari kocar-kacir dan tiarap seperti laki-laki yang sudah tidak ada harga diri... Dikejar-kejar mafia bandar judi dan tipu sana-sini. Wkwkwkwkwkkk... Semakin ngakak ketika Range Rover yang dijadikan jaminan pembayaran hutang kepada bandar, malah dilaporkan hilang oleh Fusun, dan akhirnya ditemukan oleh polisi. Doh..,adohhhh... Cerdas dikit dunk bo'ongnya, Ali Kemal. Gani..Gani... 

Memang benar apa kata Fusun, duniamu menjelang kiamat karena kau menjadi antek Ali Kemal. Entah ketololan apa lagi yang akan terjadi berikutnya. Untuk para Shevers dan Onurism, maaf ababila dalam ulasan kali ini mungkin ada sebagian yang merasa, "... Koq gitu banget sie nulis tentang Shehnya..." Ya gpp... Sy kemarin-kemarin juga sama z ketika Onur melakukan rupa-rupa celanya. Hehhe.. Saya hanya ingin mengulasnya secara berimbang... 

Cerita ini mungkin berawal dari dongeng, tapi dongeng tidak selamanya harus meninabobokkan sang pembaca. Laki-laki tidak selamanya menjadi gentleman super, pun perempuan juga tidak harus terkungkung dibanding laki-laki. Tapi bukan menjadi perempuan yang kurang ajar juga untuk bisa sepadan dengan laki-laki. Happy weekend, Shevers 'n Onurism... Have a beautiful Saturday... Salam hangat.

Jumat, 04 Desember 2015

#‎KunciPintuUntukMengunciHatimu_AslaVazgecmem3‬ Yach, Nur... Dah terlanjur dirimu jadi istrinya Yigit. Entah mo jadi yang kedua, ketiga, dan seterusnya, pokoknya kamu memang dah sah jadi istrinya Yigit. Mo cincin berliannya kamu lempar sampai tenggelam di Selat Bosphorus dan kalungnya kamu buang hingga ke Laut Hitam, tak jua akan menghapus statusmu sebagai istri Yigit Kozan. 

source: www.youtube.com
Saya rasanya pasti juga akan sakit dan kecewa karena ternyata laki-laki yang saya cintai berbohong dan menyembunyikan sesuatu yang sangat penting dari hadapan kita. Yigittttttt... Andai Iclal tidak bangun bersamaan di hari pernikahanmu dengan Nur, pasti kau akan menjelma jadi raja bohong yang lebih menyakiti Nur dan semuanya. 

Apapun itu alasannya. Penjelasanmu kepada Nur tentang Iclal yang terbaring koma selama tiga tahun, terasa jadi pepesan kosong z di hadapannya. Tapi saya lama-lama juga jadi bingung untuk menyalahkan siapa di antara Yigit dan Nur, yang paling berperan untuk mereka melakukan kesalahan terhadap Iclal. Ya Yigit jelas salah, tapi saya juga tidak akan menyalahkan Nur karena telah membuat Yigit jadi gila karena telah tergila-gila dengan Nur. Wkwkwkwkwkkk... Intinya, cinta tak pernah salah, hanya kadang kita jatuh cinta pada waktu dan orang yang tidak tepat. Setuju?? Taukkk deh... 

Berasa saya pengen peluk Yigit ma Nur z... Bermimpi jadi Cupid yang senantiasa akan menyatukan mereka berdua sampai maut memisahkan. Yigit juga tidak sepenuhnya bersalah karena memang sudah sejak awal dia tidak mencintai Iclal dan menentang pernikahannya sendiri. Sampai akhirnya hadir Mert sbg buah pernikahan Yigit dan Iclal, Yigit beralih mencurahkan segala kasih sayangnya pada cowok kriwil kecil yang cute dan sangat jahil-menggemaskan tsb. Hanya memang Yigit pada dasarnya bukan tipe ayah yang family man. Seringkali kasih-sayangnya kepada Mert terlihat sangat kaku, cenderung perhatian yang galak, dan bersikap memerintah alih-alih daripada sekadar menasehati dan memanjakan anaknya. Terang z begitu kehadiran Nur di dekat Mert, cowok kecil langsung seperti beroleh teman sekaligus layaknya ibu tempat unt berlindung dan bermanja-manja. Cieeeeee.., Dan pada akhirnya sang ayah pun terbawa ikut ingin dimanja dan dipeluk-peluk juga deh ma 'teman barunya' Mert. Iiih.. Iiihh... Yigit... 

source: www.youtube.com
Scene dramatis di dalam kamar sampai akhirnya Yigit tega mengunci Nur dari luar, hhmmm.. Sakit-sakit gemezzzz gimana gitu melihatnya, wkwkwkwkkk.. Ya, Nur lebih baik Yigit menguncimu di kamar, daripada kau hanya akan jadi sasaran kemarahan sekaligus ejekan dari Ny Aytul dan mungkin juga Nazan. Dasarrr Nazan, begitu tahu dia sendirian di rumah, tak dilewatkan kesempatannya untuk menjatuhkan mental Nur. Bagus, Nur jawabanmu. Kau hanya akan pergi jika suamimu yang menyuruhmu. Padahal sebenarnya Nur juga sudah ingin segera meninggalkan rumah keluarga Kozan. 

Btw, busyetttttt... Itu rumahnya Yigit.. Dari halam rumah menuju ke jalan besar, jauhnyaaaaaa... Berasa rumah besar itu bak kastil di tengah-tengah hutan yang asri dan hijau. Kumat kan norak saiya, hehhe.. Lanjutttt... Saya juga suka ketika Nur mengatakan, bahwa ia tidak akan melepaskan gaun pengantinnya karena untuk mengingatkan Yigit akan kebohongannya. Tapi dasar Yigit, terserah apa kata istrinya, yang penting Nur bahagia. 

Hahahaaa... Tambah seruuuu karena ada adegan pecah-belah beterbangan. Nur yang malang mengancam bunuh diri di hadapan Yigit, tapi Yigit juga tak kalal gesit, dibaliklah pecahan piring tadi menuju ke arahnya, dan memaksa Nur untuk melukainya. Ya Tuhan, saya benar-benar jatuh cinta dengan adegan tadi... Boro-boro yang tertinggal kesan kemarahan, yang terlihat justru mata mereka makin memancarkan cinta yang besar. Hadddeh... Marah-marah z terus kalian berdua, biar makin mupengggg saiyanya. Hahahaaa... 

Lain lagi dengan Iclal... Begitu bangun dari koma yang diingat Yigit, ditanya-tanya dokter, yang keluar dari mulutnya jawabannya melulu kata-kata "Yigit". Kali dia selama tidur panjangnya, di dalam awang-awangnya dia begitu disiksa oleh YIgit. Hadddeh... Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan ekspresi Yigit ketika mendapati istrinya sudah kembali sadar,, Yach, Yigit... Berasa seperti ketemu perempuan tak dikenal di pinggir jalan z... Datar, enggan, dan malezzz. Satu yang membuat Yigit merasa mau tidak mau harus tunduk dengan Iclal dan juga ibunya, yaitu dikejar kesalahan bahwa dia yang memang harus bertanggung jawab dengan sikon Iclal hingga sampai seperti ini. Terlihat kan kmrn malam bagaimana Yigit terlihat tertekan begitu Ny Aytul kembali mengungkit peristiwa kecelakaan mobil tiga tahun silam. Yigit memang tidak bisa menghindar dari dosa itu. Tapi plizzz, semua orang berhak untuk mendapatkan keadilan, Dilihatnya harus dari dua sisi. 

Tidak akan ada asap yang menghitam, jika memang tidak ada api yang membara. Yigit yang tampan, berkuasa, dan kaya... Ternyata hidupmu sama sekali tidak seperti yang selama ini dibayangkan oleh para jelata. Dan bahkan Yigit masih harus memperjuangkan cinta sejatinya kepada istri yang baru dinikahinya. 

Jaga Nur baik-baik, Yigit... Kunci hatinya serapat mungkin, hingga tidak akan ada yang mampu untuk mengusik kalian lagi. Masih banyak intrik dan hadangan yang harus dihadapi, tapi selama masih ada cinta, InsyaAlloh Tuhan akan senantiasa memberi jalan. Aamiin... Sekian dulu para AVers smuanyaaa... Tetap tonton serialnya... Jangan lewatkan sedikit pun kl perlu. Yuk mareeeeeeeee...
21.02.00 Unknown
#‎KunciPintuUntukMengunciHatimu_AslaVazgecmem3‬ Yach, Nur... Dah terlanjur dirimu jadi istrinya Yigit. Entah mo jadi yang kedua, ketiga, dan seterusnya, pokoknya kamu memang dah sah jadi istrinya Yigit. Mo cincin berliannya kamu lempar sampai tenggelam di Selat Bosphorus dan kalungnya kamu buang hingga ke Laut Hitam, tak jua akan menghapus statusmu sebagai istri Yigit Kozan. 

source: www.youtube.com
Saya rasanya pasti juga akan sakit dan kecewa karena ternyata laki-laki yang saya cintai berbohong dan menyembunyikan sesuatu yang sangat penting dari hadapan kita. Yigittttttt... Andai Iclal tidak bangun bersamaan di hari pernikahanmu dengan Nur, pasti kau akan menjelma jadi raja bohong yang lebih menyakiti Nur dan semuanya. 

Apapun itu alasannya. Penjelasanmu kepada Nur tentang Iclal yang terbaring koma selama tiga tahun, terasa jadi pepesan kosong z di hadapannya. Tapi saya lama-lama juga jadi bingung untuk menyalahkan siapa di antara Yigit dan Nur, yang paling berperan untuk mereka melakukan kesalahan terhadap Iclal. Ya Yigit jelas salah, tapi saya juga tidak akan menyalahkan Nur karena telah membuat Yigit jadi gila karena telah tergila-gila dengan Nur. Wkwkwkwkwkkk... Intinya, cinta tak pernah salah, hanya kadang kita jatuh cinta pada waktu dan orang yang tidak tepat. Setuju?? Taukkk deh... 

Berasa saya pengen peluk Yigit ma Nur z... Bermimpi jadi Cupid yang senantiasa akan menyatukan mereka berdua sampai maut memisahkan. Yigit juga tidak sepenuhnya bersalah karena memang sudah sejak awal dia tidak mencintai Iclal dan menentang pernikahannya sendiri. Sampai akhirnya hadir Mert sbg buah pernikahan Yigit dan Iclal, Yigit beralih mencurahkan segala kasih sayangnya pada cowok kriwil kecil yang cute dan sangat jahil-menggemaskan tsb. Hanya memang Yigit pada dasarnya bukan tipe ayah yang family man. Seringkali kasih-sayangnya kepada Mert terlihat sangat kaku, cenderung perhatian yang galak, dan bersikap memerintah alih-alih daripada sekadar menasehati dan memanjakan anaknya. Terang z begitu kehadiran Nur di dekat Mert, cowok kecil langsung seperti beroleh teman sekaligus layaknya ibu tempat unt berlindung dan bermanja-manja. Cieeeeee.., Dan pada akhirnya sang ayah pun terbawa ikut ingin dimanja dan dipeluk-peluk juga deh ma 'teman barunya' Mert. Iiih.. Iiihh... Yigit... 

source: www.youtube.com
Scene dramatis di dalam kamar sampai akhirnya Yigit tega mengunci Nur dari luar, hhmmm.. Sakit-sakit gemezzzz gimana gitu melihatnya, wkwkwkwkkk.. Ya, Nur lebih baik Yigit menguncimu di kamar, daripada kau hanya akan jadi sasaran kemarahan sekaligus ejekan dari Ny Aytul dan mungkin juga Nazan. Dasarrr Nazan, begitu tahu dia sendirian di rumah, tak dilewatkan kesempatannya untuk menjatuhkan mental Nur. Bagus, Nur jawabanmu. Kau hanya akan pergi jika suamimu yang menyuruhmu. Padahal sebenarnya Nur juga sudah ingin segera meninggalkan rumah keluarga Kozan. 

Btw, busyetttttt... Itu rumahnya Yigit.. Dari halam rumah menuju ke jalan besar, jauhnyaaaaaa... Berasa rumah besar itu bak kastil di tengah-tengah hutan yang asri dan hijau. Kumat kan norak saiya, hehhe.. Lanjutttt... Saya juga suka ketika Nur mengatakan, bahwa ia tidak akan melepaskan gaun pengantinnya karena untuk mengingatkan Yigit akan kebohongannya. Tapi dasar Yigit, terserah apa kata istrinya, yang penting Nur bahagia. 

Hahahaaa... Tambah seruuuu karena ada adegan pecah-belah beterbangan. Nur yang malang mengancam bunuh diri di hadapan Yigit, tapi Yigit juga tak kalal gesit, dibaliklah pecahan piring tadi menuju ke arahnya, dan memaksa Nur untuk melukainya. Ya Tuhan, saya benar-benar jatuh cinta dengan adegan tadi... Boro-boro yang tertinggal kesan kemarahan, yang terlihat justru mata mereka makin memancarkan cinta yang besar. Hadddeh... Marah-marah z terus kalian berdua, biar makin mupengggg saiyanya. Hahahaaa... 

Lain lagi dengan Iclal... Begitu bangun dari koma yang diingat Yigit, ditanya-tanya dokter, yang keluar dari mulutnya jawabannya melulu kata-kata "Yigit". Kali dia selama tidur panjangnya, di dalam awang-awangnya dia begitu disiksa oleh YIgit. Hadddeh... Berbeda seratus delapan puluh derajat dengan ekspresi Yigit ketika mendapati istrinya sudah kembali sadar,, Yach, Yigit... Berasa seperti ketemu perempuan tak dikenal di pinggir jalan z... Datar, enggan, dan malezzz. Satu yang membuat Yigit merasa mau tidak mau harus tunduk dengan Iclal dan juga ibunya, yaitu dikejar kesalahan bahwa dia yang memang harus bertanggung jawab dengan sikon Iclal hingga sampai seperti ini. Terlihat kan kmrn malam bagaimana Yigit terlihat tertekan begitu Ny Aytul kembali mengungkit peristiwa kecelakaan mobil tiga tahun silam. Yigit memang tidak bisa menghindar dari dosa itu. Tapi plizzz, semua orang berhak untuk mendapatkan keadilan, Dilihatnya harus dari dua sisi. 

Tidak akan ada asap yang menghitam, jika memang tidak ada api yang membara. Yigit yang tampan, berkuasa, dan kaya... Ternyata hidupmu sama sekali tidak seperti yang selama ini dibayangkan oleh para jelata. Dan bahkan Yigit masih harus memperjuangkan cinta sejatinya kepada istri yang baru dinikahinya. 

Jaga Nur baik-baik, Yigit... Kunci hatinya serapat mungkin, hingga tidak akan ada yang mampu untuk mengusik kalian lagi. Masih banyak intrik dan hadangan yang harus dihadapi, tapi selama masih ada cinta, InsyaAlloh Tuhan akan senantiasa memberi jalan. Aamiin... Sekian dulu para AVers smuanyaaa... Tetap tonton serialnya... Jangan lewatkan sedikit pun kl perlu. Yuk mareeeeeeeee...
#‎DilandaRindu_Shehrazat122‬ Cieeeeeeee... Onur... Terpukau eeeuuuyyyy nonton mantan istri nongol di TV. Kangen yang melanda lumayan bisa seuprit..prittt..prrittttt terobati... Tapi saya jadi curiga juga kira-kira yang membuat Boksi begitu terpana dengan layar TV yang tengah ditontonnya itu si mantan istri atau sang presenter yang mewawancarai sang mantan, yang belakangan mengisi malam-malam nafsunya?? Tapi saya tetep percaya ko' kl Boksi memang masih sangat merindukan kehadiran Shehrazat. 

Rindu yang sungguh tidak bisa disangkal dan disembunyikan, seperti yang diungkapkannya ketika Bennu sedikit menggodanya dengan pertanyaan seputar kerinduan kepada Shehrazat. Ahh,, Onur... Bahkan ekspresimu di hadapan Bennu, ketika tengah tertunduk, tampak terbata-bata dengan suara yang lirih dan tertahan, akhirnya mengaku rindu pada Shehrazat, membuat saya trenyuh juga. Sejenak jadi lupa dengan segala kegenitan nafsu yang tempo-tempo hari begitu merasukimu. Apalagi pengakuan rindumu pada Kaan... Jadi lupa juga kl Kaan itu sebenarnya bukan darah dagingmu, saking saya terhanyut dengan ekspresi kerinduanmu. Tapi kenapa setelah melihat Shehrazat dan Emel di TV, kau buru-buru menelpon gundikmu itu, Onur? Hayooooo... Mo nitip salam ma sang mantan istri atau mencoba mengintimidasi Emel supaya tidak membocorkan ulah-ulah nafsu mereka selama ini kepada Shehrazat?? 

Boksi oh Boksi... Rindumu, kelemahanmu... Emel juga,, Di depan terlihat begitu menghormati dan mengagumi Shehrazat, tapi di belakang terlihat menyimpan iri dan dengki. Hahha.. Pasti pengen jadi seperti Shehrazat kan, yang cantik, yang pintar, yang dicintai dengan sepenuh hati oleh Onur Aksal. Memangnya kau, yang hanya dijadikan pelampiasan nafsu bagi sang bos Binyapi. Ya baiklah, hehhe... Kembali menyinggung masalah Bennu.. Saya mesti bilang apa tentang perempuan cantik yang labil dan 'gila' ini?! 

Setelah hari-hari yang tak lepas dari kekalutan, maka episode tadi malam, ketika Bennu menyampaikan kabar tentang Kaan kepada Onur, terlihat 'waras' dan menyenangkan. Hhmmm... Bennu...Semoga kau sendiri bisa menyadari bahwa dengan keadaanmu yang seperti semalam, jauh lebih membahagiakan untuk semua orang. Kiranya penyesalan tentang kesalahanmu yang turut andil dalam memporak-porandakan rumah tangga Onur dan Shehrazat, harus kau sertai dengan kestabilan mentalmu. Jangan kau lebih jauh terperosok jatuh dalam prasangka-prasangka bodoh. Kau harusnya bisa bahu-membahu bersama Kareem, saling membagi hati dan mengatasi segala kekisruhan yang terjadi. Toh Kareem yang sekarang terlihat sangat dewasa dan tenang dalam setiap tindak-tanduknya. Alih-alih truz menyalahkan diri sendiri atas hancurnya rumah tangga sang sahabat, Kareem secara gentleman memilih tetap di samping Onur, menjadi penyemangatnya, dan berusaha memperbaiki hubungan serta komunikasi dengan rekan sekaligus sahabatnya sejak kecil itu. Harusnya memang semua masalah yang membelitmu selama ini, pada akhirnya bisa membuatmu semakin kuat dan dewasa, Kareem. 

Tapi ech tapi, apa yang terjadi dengan Ali Kemal?? Hiiadddeh.., Sampai akan berakhir cerita ini, kapan kau benar-benar akan menjadi sosok yang berharga?? Benarkah otak dan akalmu hanya seujung kuku? Ampun deh... Malu-maluin... Tega membohongi orang tua karena sedang dikejar-kejar utang oleh bandar judi. Malu itu sama anak-anakmu... Fusun..Fusun... Ketika kau sekarang membaik, rupanya suamimu masih tetap pada ketololannya... Gani Effendi kenapa juga harus ikut-ikutan brengsek lagi sieeeee... Sempat membaik beberapa waktu, tapi kenapa kau berteman lagi dengan Ali Kemal?? Bertemanlah dengan penjual parfum di kompleks rukonya Tuan Burhan, biar kecipratan wanginya... Lha malah... Temenan ma kakak ipar yang serba nanggung... Nasibmu Gani... 

Tuan Burhan yang seharusnya bisa fokus untuk memberikan perhatian pada Ny Nadide pasca operasi kanker otak, terpaksa jadi ikut-ikutan pusing memikirkan anak laki-laki bungsunya. Oy, prasaan lihat Ny Nadide terlihat seperti sakit beneran ya?? Aktingnya totalll... Get well soon, GrandMa... Cepat pulih dan bisa menemani bermain cucu-cucu lagi. Lalu bagaimana dengan kisah Sherazat dan Engin yang hampir saya lupakan di ulasan kali ini?? 

Belakangan saya memang malezzz membahas tentang Shehrazat yang makin kehilangan arah. Lama-lama yang terlihat, mengesankan Sheh jadi ibu yang tak tahu diri di hadapan Kaan. Lum lagi kisah cinta barunya bersama Engin. Berattt, Sheh... Terlampau berat kisah cinta dipaksakan itu... 'Cinta yang berat' bukan cinta yang besar. Wkwkwkwkkkk... Semoga mata dan hatimu kembali ke jalan yang benar. Tak adil juga jika saya harus menyudutkan Engin. 

Kuncinya memang di Shehrazatnya. Kl masih terlampau sakit karena cinta, kenapa juga buru-buru bercinta lagi??! 

Terakhir untuk Eda, bersiaplah menjadi lebih terkenal. Sang jagal akhirnya mendekati riwayat terakhirnya. Buruan untuk yang belum sempat bertegur sapa dan bercengkerama dengan Eda, segera z menemuinya. Jangan lupa, ajak-ajak polisi ya kl menemuinya... Xixixiii... Edisi Jum'at Anugrah... Salam hangat unt para Shevers dan Onurism smuanyaaaaaa.... See yaaaaaaaaaaa
11.34.00 Unknown
#‎DilandaRindu_Shehrazat122‬ Cieeeeeeee... Onur... Terpukau eeeuuuyyyy nonton mantan istri nongol di TV. Kangen yang melanda lumayan bisa seuprit..prittt..prrittttt terobati... Tapi saya jadi curiga juga kira-kira yang membuat Boksi begitu terpana dengan layar TV yang tengah ditontonnya itu si mantan istri atau sang presenter yang mewawancarai sang mantan, yang belakangan mengisi malam-malam nafsunya?? Tapi saya tetep percaya ko' kl Boksi memang masih sangat merindukan kehadiran Shehrazat. 

Rindu yang sungguh tidak bisa disangkal dan disembunyikan, seperti yang diungkapkannya ketika Bennu sedikit menggodanya dengan pertanyaan seputar kerinduan kepada Shehrazat. Ahh,, Onur... Bahkan ekspresimu di hadapan Bennu, ketika tengah tertunduk, tampak terbata-bata dengan suara yang lirih dan tertahan, akhirnya mengaku rindu pada Shehrazat, membuat saya trenyuh juga. Sejenak jadi lupa dengan segala kegenitan nafsu yang tempo-tempo hari begitu merasukimu. Apalagi pengakuan rindumu pada Kaan... Jadi lupa juga kl Kaan itu sebenarnya bukan darah dagingmu, saking saya terhanyut dengan ekspresi kerinduanmu. Tapi kenapa setelah melihat Shehrazat dan Emel di TV, kau buru-buru menelpon gundikmu itu, Onur? Hayooooo... Mo nitip salam ma sang mantan istri atau mencoba mengintimidasi Emel supaya tidak membocorkan ulah-ulah nafsu mereka selama ini kepada Shehrazat?? 

Boksi oh Boksi... Rindumu, kelemahanmu... Emel juga,, Di depan terlihat begitu menghormati dan mengagumi Shehrazat, tapi di belakang terlihat menyimpan iri dan dengki. Hahha.. Pasti pengen jadi seperti Shehrazat kan, yang cantik, yang pintar, yang dicintai dengan sepenuh hati oleh Onur Aksal. Memangnya kau, yang hanya dijadikan pelampiasan nafsu bagi sang bos Binyapi. Ya baiklah, hehhe... Kembali menyinggung masalah Bennu.. Saya mesti bilang apa tentang perempuan cantik yang labil dan 'gila' ini?! 

Setelah hari-hari yang tak lepas dari kekalutan, maka episode tadi malam, ketika Bennu menyampaikan kabar tentang Kaan kepada Onur, terlihat 'waras' dan menyenangkan. Hhmmm... Bennu...Semoga kau sendiri bisa menyadari bahwa dengan keadaanmu yang seperti semalam, jauh lebih membahagiakan untuk semua orang. Kiranya penyesalan tentang kesalahanmu yang turut andil dalam memporak-porandakan rumah tangga Onur dan Shehrazat, harus kau sertai dengan kestabilan mentalmu. Jangan kau lebih jauh terperosok jatuh dalam prasangka-prasangka bodoh. Kau harusnya bisa bahu-membahu bersama Kareem, saling membagi hati dan mengatasi segala kekisruhan yang terjadi. Toh Kareem yang sekarang terlihat sangat dewasa dan tenang dalam setiap tindak-tanduknya. Alih-alih truz menyalahkan diri sendiri atas hancurnya rumah tangga sang sahabat, Kareem secara gentleman memilih tetap di samping Onur, menjadi penyemangatnya, dan berusaha memperbaiki hubungan serta komunikasi dengan rekan sekaligus sahabatnya sejak kecil itu. Harusnya memang semua masalah yang membelitmu selama ini, pada akhirnya bisa membuatmu semakin kuat dan dewasa, Kareem. 

Tapi ech tapi, apa yang terjadi dengan Ali Kemal?? Hiiadddeh.., Sampai akan berakhir cerita ini, kapan kau benar-benar akan menjadi sosok yang berharga?? Benarkah otak dan akalmu hanya seujung kuku? Ampun deh... Malu-maluin... Tega membohongi orang tua karena sedang dikejar-kejar utang oleh bandar judi. Malu itu sama anak-anakmu... Fusun..Fusun... Ketika kau sekarang membaik, rupanya suamimu masih tetap pada ketololannya... Gani Effendi kenapa juga harus ikut-ikutan brengsek lagi sieeeee... Sempat membaik beberapa waktu, tapi kenapa kau berteman lagi dengan Ali Kemal?? Bertemanlah dengan penjual parfum di kompleks rukonya Tuan Burhan, biar kecipratan wanginya... Lha malah... Temenan ma kakak ipar yang serba nanggung... Nasibmu Gani... 

Tuan Burhan yang seharusnya bisa fokus untuk memberikan perhatian pada Ny Nadide pasca operasi kanker otak, terpaksa jadi ikut-ikutan pusing memikirkan anak laki-laki bungsunya. Oy, prasaan lihat Ny Nadide terlihat seperti sakit beneran ya?? Aktingnya totalll... Get well soon, GrandMa... Cepat pulih dan bisa menemani bermain cucu-cucu lagi. Lalu bagaimana dengan kisah Sherazat dan Engin yang hampir saya lupakan di ulasan kali ini?? 

Belakangan saya memang malezzz membahas tentang Shehrazat yang makin kehilangan arah. Lama-lama yang terlihat, mengesankan Sheh jadi ibu yang tak tahu diri di hadapan Kaan. Lum lagi kisah cinta barunya bersama Engin. Berattt, Sheh... Terlampau berat kisah cinta dipaksakan itu... 'Cinta yang berat' bukan cinta yang besar. Wkwkwkwkkkk... Semoga mata dan hatimu kembali ke jalan yang benar. Tak adil juga jika saya harus menyudutkan Engin. 

Kuncinya memang di Shehrazatnya. Kl masih terlampau sakit karena cinta, kenapa juga buru-buru bercinta lagi??! 

Terakhir untuk Eda, bersiaplah menjadi lebih terkenal. Sang jagal akhirnya mendekati riwayat terakhirnya. Buruan untuk yang belum sempat bertegur sapa dan bercengkerama dengan Eda, segera z menemuinya. Jangan lupa, ajak-ajak polisi ya kl menemuinya... Xixixiii... Edisi Jum'at Anugrah... Salam hangat unt para Shevers dan Onurism smuanyaaaaaa.... See yaaaaaaaaaaa

Kamis, 03 Desember 2015

#‎TertohokNafsu_Shehrazat121‬ Heiiii, Onur Aksal... Tak disangka-sangka, akhirnya dirimu beroleh penolakan. Kirain hanya mantan istrimu yang berani untuk menolak dan mengabaikanmu (untuk sementara sieeeee). 

Si Tante Emel rupa-rupanya semakin tersadar kl dia selama ini hanya dijadikan tempat pelampiasan bagi Onur. Emel terlihat tidak sudi lagi menjadi tempat 'buang hajat' sekaligus dijadikan budak nafsu oleh Bos Binyapi tersebut. Sungguhpun Emel tidak mengharapkan masa depan dari hubungan keduanya, tapi Emel melakukan kencan-kencan dengan Boksi selama ini memang didasari karena perasaan suka dan menginginkan Boksi jadi teman kencannya. Akan tetapi, hal yang sama rupanya tidak terjadi denganmu, Onur. Boro-boro ko' rasa suka, kau bahkan akan bersedia melakukannya berulang kali jikalau itu bukan Emel. Yang terpenting bagimu saat ini adalah ada perempuan yang bersedia menjadi tempatmu menyalurkan hasrat pelampiasan. Kau sudah cukup yakin dengan modal embel-embel Bos Binyapi, maka perempuan-perempuan seantero Istambul, mulai dari pelacur bayaran sampai sosialita, siap mengantri untuk kau jadikan teman kencan yang mengesankan. Bahkan mungkin ketika kau masih beristri, takkan berkurang minat para perempuan untuk menjadi simpanan. 

Yupz, Emel yang berharap setidak-tidaknya ada perasaan suka dari Boksi ketika mereka berdua tengah memadu nafsu, terpaksa harus gigit jari. Perlakuan Boksi yang kasar dan semau-maunya ketika mereka tengah 'bercengkerama', lama-lama ternyata menyudutkan bagi Emel. Onur hanya akan memanggilnya ketika dia memang butuh untuk melampiaskan birahinya, alih-alih harapan Emel bahwa kencan itu tidak melulu setubuh dan setubuh. Ahhh... Boksi... Emel kan memang bukan pelacur profesional, so gratisannya harus tetap berkelas. Harus ada sukanya gitu... Kl memang dirimu hanya bernafsu birahi, tinggal pesan-antar kan dengan mucikari yang menyediakan bermacam-macam 'wangi' dan 'seksi'. 

Hahahaaa... Kena kau, Boksi... Pikir lebih panjang lagi, apa mau trus-trusan menjadi budak nafsu hanya karena mentog mencintai perempuan??! Saya malah jadi bersyukur dengan Burak yang sekarang... Bangga melihatnya... Setelah dulu kenyang kurang ajar dan main perempuan, berlanjut menikah namun akhirnya ditinggalkan begitu z oleh sang istri, tapi kini malah semakin mantap melangkah sebagai seorang pebisnis handal. Bahkan ketika pada akhirnya niatnya untuk bisa kembali merebut hati Mellek mendapat penolakan, Burak tak ambil pusing atau bahkan merasa terpuruk. Mmmmmuuuuaaaacch, Burak. Hehhe.. 

Ech, apa kabar dengan yang kemarin mo bunuh diri?? Bennu, malu ihh..ihh!!! Harusnya total gitu, jangan setengah-setengah... Masih ingat suamikah? Ingat dosa juga gak?? Berarti lum gila-gila banget kan ya?? Akhirnya takut ma malu sendiri kan kl ketahuan Kareem... Daripada bunuh diri, lebih baik bunuh rasa dan prasangkamu yang mematikan akal sehatmu... 

Udahlah... Kl sama Bennu, gak usah ngomong terlalu panjang, takut dianya makin strezzz dan gak kuat hati. Xixixiii... Kareemmmmmm... Be strong..be patient!!! Ech, dah lama juga ya gak ngomongin si jagal perempuan... Eda dan wig sundel bolongnya... Makin kalap dan mengerikan ketika terjepit. Bahkan Ihsan mo dijadikan ganyangan selanjutnya. Hahahaaa... Tunggu ya, Eda... Tunggu dijemput ma patroli!!! Yang juga gi nunggu-nunggu mungkin mantan Ny Aksal lah orangnya. Gi nunggu persetujuan dari Kaan untuk Om Engin jadi ayah baru. 

Haadddieh.., Sheh..Sheh... Kl memang dirimu sendiri z masih hanya terkesan 'bersembunyi' dan 'berlari' dari kenyataan di hati, sudahlah... Jangan libatkan Kaan sebagai alasanmu untuk mempercepat kesembuhan rasa sakitmu. Lha memang egoismu gak ada obatnya, selain memang dirimu sendirilah yang mau mengobati. Tidak usah juga mencoba lebih jauh bermanis-manis di hadapan Duru, meskipun dia begitu welcome kepadamu. Salah-salah malah ibunya Duru yang tidak rela dan malah menambah masalah berikutnya bagi dirimu. 

Btw, Engin ini memang penyuka perempuan berambut keriting kali ya,.. Hahha... Buktinya, sekarang niat mengganti sang mantan juga dengan Shehrazat yang berambut keriting, huweeekkkkk... Hadddeh... Itu, tadi malam... Sepulang dari melabrak rumah mantan suami, ko' ibunya Duru terlihat sangat lelah dan membisu-linglung gitu?! Hayooo... Di rumah mantan biz nglabrak dan mencak-mencak, pasti dapat penutup 'sesuatu' yaaaa... Apalah..apalah deh... 

Untuk Ny Nadide, turut lega dan bahagia karena ternyata operasinya berjalan sukses. Kiranya Tuhan masih memberimu kesempatan untuk melihat tawa cucu-cucu lagi, Nyonya... Aamiin. Happy Thursday, Shevers 'n Onurism... Jaga kesehatan dan salam hangat.
23.27.00 Unknown
#‎TertohokNafsu_Shehrazat121‬ Heiiii, Onur Aksal... Tak disangka-sangka, akhirnya dirimu beroleh penolakan. Kirain hanya mantan istrimu yang berani untuk menolak dan mengabaikanmu (untuk sementara sieeeee). 

Si Tante Emel rupa-rupanya semakin tersadar kl dia selama ini hanya dijadikan tempat pelampiasan bagi Onur. Emel terlihat tidak sudi lagi menjadi tempat 'buang hajat' sekaligus dijadikan budak nafsu oleh Bos Binyapi tersebut. Sungguhpun Emel tidak mengharapkan masa depan dari hubungan keduanya, tapi Emel melakukan kencan-kencan dengan Boksi selama ini memang didasari karena perasaan suka dan menginginkan Boksi jadi teman kencannya. Akan tetapi, hal yang sama rupanya tidak terjadi denganmu, Onur. Boro-boro ko' rasa suka, kau bahkan akan bersedia melakukannya berulang kali jikalau itu bukan Emel. Yang terpenting bagimu saat ini adalah ada perempuan yang bersedia menjadi tempatmu menyalurkan hasrat pelampiasan. Kau sudah cukup yakin dengan modal embel-embel Bos Binyapi, maka perempuan-perempuan seantero Istambul, mulai dari pelacur bayaran sampai sosialita, siap mengantri untuk kau jadikan teman kencan yang mengesankan. Bahkan mungkin ketika kau masih beristri, takkan berkurang minat para perempuan untuk menjadi simpanan. 

Yupz, Emel yang berharap setidak-tidaknya ada perasaan suka dari Boksi ketika mereka berdua tengah memadu nafsu, terpaksa harus gigit jari. Perlakuan Boksi yang kasar dan semau-maunya ketika mereka tengah 'bercengkerama', lama-lama ternyata menyudutkan bagi Emel. Onur hanya akan memanggilnya ketika dia memang butuh untuk melampiaskan birahinya, alih-alih harapan Emel bahwa kencan itu tidak melulu setubuh dan setubuh. Ahhh... Boksi... Emel kan memang bukan pelacur profesional, so gratisannya harus tetap berkelas. Harus ada sukanya gitu... Kl memang dirimu hanya bernafsu birahi, tinggal pesan-antar kan dengan mucikari yang menyediakan bermacam-macam 'wangi' dan 'seksi'. 

Hahahaaa... Kena kau, Boksi... Pikir lebih panjang lagi, apa mau trus-trusan menjadi budak nafsu hanya karena mentog mencintai perempuan??! Saya malah jadi bersyukur dengan Burak yang sekarang... Bangga melihatnya... Setelah dulu kenyang kurang ajar dan main perempuan, berlanjut menikah namun akhirnya ditinggalkan begitu z oleh sang istri, tapi kini malah semakin mantap melangkah sebagai seorang pebisnis handal. Bahkan ketika pada akhirnya niatnya untuk bisa kembali merebut hati Mellek mendapat penolakan, Burak tak ambil pusing atau bahkan merasa terpuruk. Mmmmmuuuuaaaacch, Burak. Hehhe.. 

Ech, apa kabar dengan yang kemarin mo bunuh diri?? Bennu, malu ihh..ihh!!! Harusnya total gitu, jangan setengah-setengah... Masih ingat suamikah? Ingat dosa juga gak?? Berarti lum gila-gila banget kan ya?? Akhirnya takut ma malu sendiri kan kl ketahuan Kareem... Daripada bunuh diri, lebih baik bunuh rasa dan prasangkamu yang mematikan akal sehatmu... 

Udahlah... Kl sama Bennu, gak usah ngomong terlalu panjang, takut dianya makin strezzz dan gak kuat hati. Xixixiii... Kareemmmmmm... Be strong..be patient!!! Ech, dah lama juga ya gak ngomongin si jagal perempuan... Eda dan wig sundel bolongnya... Makin kalap dan mengerikan ketika terjepit. Bahkan Ihsan mo dijadikan ganyangan selanjutnya. Hahahaaa... Tunggu ya, Eda... Tunggu dijemput ma patroli!!! Yang juga gi nunggu-nunggu mungkin mantan Ny Aksal lah orangnya. Gi nunggu persetujuan dari Kaan untuk Om Engin jadi ayah baru. 

Haadddieh.., Sheh..Sheh... Kl memang dirimu sendiri z masih hanya terkesan 'bersembunyi' dan 'berlari' dari kenyataan di hati, sudahlah... Jangan libatkan Kaan sebagai alasanmu untuk mempercepat kesembuhan rasa sakitmu. Lha memang egoismu gak ada obatnya, selain memang dirimu sendirilah yang mau mengobati. Tidak usah juga mencoba lebih jauh bermanis-manis di hadapan Duru, meskipun dia begitu welcome kepadamu. Salah-salah malah ibunya Duru yang tidak rela dan malah menambah masalah berikutnya bagi dirimu. 

Btw, Engin ini memang penyuka perempuan berambut keriting kali ya,.. Hahha... Buktinya, sekarang niat mengganti sang mantan juga dengan Shehrazat yang berambut keriting, huweeekkkkk... Hadddeh... Itu, tadi malam... Sepulang dari melabrak rumah mantan suami, ko' ibunya Duru terlihat sangat lelah dan membisu-linglung gitu?! Hayooo... Di rumah mantan biz nglabrak dan mencak-mencak, pasti dapat penutup 'sesuatu' yaaaa... Apalah..apalah deh... 

Untuk Ny Nadide, turut lega dan bahagia karena ternyata operasinya berjalan sukses. Kiranya Tuhan masih memberimu kesempatan untuk melihat tawa cucu-cucu lagi, Nyonya... Aamiin. Happy Thursday, Shevers 'n Onurism... Jaga kesehatan dan salam hangat.
#‎HalalBohongAlaYigitKozan_AslaVazgecmem2‬ "... Aku jatuh cinta (pada Nur tentunya)!!!" 

Itu tadi kira-kira teriakan Yigit ketika dia berusaha melakukan pembelaan diri di depan Aytul, Yaren, Cahet, dan Nazan, yang masih lum habis rasa terkejutnya, usai melihat Yigit masuk ke ruang tamu bersama Nur dengan memakai jas hitam ala-ala mempelai pria, berikut Nur yang terlihat cantik (namun berwajah kebingungan dan serba ketakutan) bergaun putih panjang. 

Source: www.youtube.com
Dah.., cukup ya, Yigit triakan yang tadi untuk melawan protes Bibi Aytul karena telah kau bohongi untuk melakukan tanda tangan di atas surat kuasa cerai, demi untuk bisa menikahi perempuan yang sangat kau cintai. Tambah runyam lagi karena kebohongan itu ternyata juga kau lakukan kepada Nur. Memang sudah jalannya, jika telpon dari rumah sakit harus diketahui oleh Nur... Sekarang kau mau menjelaskan apa, Yigit?? Yigit Kozan yang malang, karena kau orang yang baik, maka Tuhan langsung memberikan 'hadiah' untuk ulah kebohonganmu. Hehhe... 

Source: www.youtube.com
Istri yang tidak kau cintai, istri yang sudah tiga tahun koma akibat kecelakaan mobil bersamamu karena pertengkaran hebat kalian berdua, telah bangun dan tersadar dari tidur panjangnya... Hiyaaaaaa... Yigit yang mapan dan terpandang, Yigit yang kaku, Yigit yang pendiam karena memendam beberapa kekecewaan, dan Yigit yang 'cair' ketika bersama Mert, anak laki-laki satu-satunya dari perkawinan yang tidak pernah diinginkannya... Sampai segalanya berubah ketika Nur datang ke hatinya. 

Nur hadir ketika Yigit masih bingung dan asing tentang apa itu jatuh cinta dan mencintai perempuan yang sesungguhnya. Asing dari cinta karena memang Yigit yang sengaja mengasingkan diri dari bercinta. Bahkan ketika mulai merasakan getar-getar cinta pada Nur, Yigit masih terlampau defensif untuk menerimanya. Tapi saya sungguh suka dengan karakter tokoh Nur ini. Dia gadis kampung, namun tidak kampungan. Dia ekspresif, berani, dan percaya diri, namun tidak terkesan agresif atau murahan. Dia tidak bergaya naif yang malu-malu serta pasrah ketika tiba jatuh cinta pada laki-laki. Dia pintar membawa diri, tegas, tapi penuh kasih-sayang. Maka dari itu, ketika scene di tepi danau malam-malam, ketika Nur mulai merasa tidak nyaman dan tidak tahan dengan sikap Yigit yang terkesan tarik-ulur dengan perasaannya, berani untuk mengungkapkan kegundahannya tersebut. 

Dan pada akhirnya itulah yang meyakinkan Yigit bahwa dia memang telah jatuh cinta dengan gadis cantik nan pintar yang sederhana ini. Yigit yang akhirnya berani mengutarakan cintanya disambut dengan penuh hangat oleh Nur. Duh.., kilatnya cinta dua sejoli ini... Terlihat tulus, manis, dan menyejukkan. Apalagi ada adegan 'adu hidung' ala-ala Gulseren dan Cihan di serial Cansu Dan Hazal yang selalu sukses bikin gemezzz... Makin nyesss..nyesss deh di hati. Xixixiii... Yigit yang kaku dan 'baru' benar-benar merasakan cinta juga sukses direpresentasikan oleh Tolgahan. Diih, adegan kencan keesokan harinya, sehabis ditembak, ketika di kapal atau taman bermain, terlihat natural banget kakunya. Bukan..bukan aktingnya Tolgahan yang kaku dan canggung, tapi justru Tolgahan sukses menjalankan Yigit yang masih terlihat canggung dan kaku di dekat perempuan yang dicintainya. 

Source: www.youtube.com
Iih... Beneran saya sukaaaak lihat Yigit yang canggung di dekat Nur. Canggung dan serba kaku. Dari cara merangkul, mengecup kening, pipi, atau juga memandang, Yigit masih terlihat seperti layaknya anak laki-laki baru mengenal siapa sebenarnya sosok ibu cantiknya, hehhe.. Yigit terlihat masih begitu surprise dan kagum dengan perempuan yang di dekatnya tersebut. Nur yang ekspresif, ceria, dan manja apabila di dekat Yigit... Berasa serasi gak sieeee, yang kaku-kaku ketemu ma yang ceria dan luwes mengekspresikan perasaannya... Terlebih Nur juga sudah berhasil dekat dan menyayangi Mert. Makin..makin deh. Pendek cakap, Tolgahan dan Amine kompak kerennya!!! 

Tapi Yigittttttt... Haruskah tentang istrimu yang koma sekian lama, kau sembunyikan dari Nur?? Menurut saya ada beberapa faktor yang membuat Yigit memilih untuk menyembunyikan fakta kl istrinya sedang koma. Di antaranya adalah, mungkin Yigit takut kehilangan cinta Nur, mungkin Iclal istrinya memang sudah tidak ada kemungkinan untuk sadar kembali, dan Yigit ingin segera menikahi Nur dan menjadikannya istri yang benar-benar dicintai. Makanya Yigit jadi sangat sensitif ketika Nur menyinggung-menyinggung masalah kematian dan makam ibu kandungnya Mert. Haddduwh, Nur... Masak orang masih bernafas mo dikubur hidup-hidup?? Jangan marah dunk, Yigit.. Kan Nur tidak tahu apa-apa dan dia hanya bermaksud untuk menyampaikan bahwa meski ia mencintaimu, tapi tetap berusaha menghormati istrimu (yang dikiranya) sudah meninggal. 

Kan..kan... Nyesel kan biz membentak Nur... Gih peluk anak dombanya dulu tuh!!! Hehhe... Ech lha ko' usai marah dan saling ngambek, kamu maksa kencan ma Nur lagi. Duh langsung dilamar dan disodori cincin berlian satu karat... Evet..evet.. dan evet. Cinta kilat, nikahnya cepat, berharap pacarannya usai berikrar janji sehidup-semati ya, Yigit?? Tapi dan tapi... Sampai kemudian ternyata Iclal bangun kembali. Hhmmm... 

Oy, suka juga ketika scene Yigit berbicara dari hati ke hati dengan Cahet. Dua bersaudara ini rupanya memang tidak beruntung dalam kisah pernikahannya. Yigit dan Iclal yang tidak pernah dicintainya, sementara Cahet sedang terjebak dengan Nazan, istri bayangan hitam (hahha) dan perselingkuhannya bersama Elmas, yang notabene sepupu Nur. Btw, tampaknya serial Turki yang tayang di sini gemar menokohkan laki-laki yang menderita dan trauma cinta rupanya... Hahahaaa... 

Ya Yigit, ketika kau sekarang telah siap bercinta, bersiaplah juga dengan rasa sakit yang mengikutinya. Kebohonganmu harus benar-benar kau pertanggung-jawabkan... Teruslah berjuang untuk kebahagiaan cintamu... Ini baru awal, semoga selanjutnya kau bersama Nur benar-benar bisa membuktikan kebesaran cinta kalian berdua. Sekian dulu para AVers... Lanjut besok yaaaaaaaaa... Salam hangat...
15.39.00 Unknown
#‎HalalBohongAlaYigitKozan_AslaVazgecmem2‬ "... Aku jatuh cinta (pada Nur tentunya)!!!" 

Itu tadi kira-kira teriakan Yigit ketika dia berusaha melakukan pembelaan diri di depan Aytul, Yaren, Cahet, dan Nazan, yang masih lum habis rasa terkejutnya, usai melihat Yigit masuk ke ruang tamu bersama Nur dengan memakai jas hitam ala-ala mempelai pria, berikut Nur yang terlihat cantik (namun berwajah kebingungan dan serba ketakutan) bergaun putih panjang. 

Source: www.youtube.com
Dah.., cukup ya, Yigit triakan yang tadi untuk melawan protes Bibi Aytul karena telah kau bohongi untuk melakukan tanda tangan di atas surat kuasa cerai, demi untuk bisa menikahi perempuan yang sangat kau cintai. Tambah runyam lagi karena kebohongan itu ternyata juga kau lakukan kepada Nur. Memang sudah jalannya, jika telpon dari rumah sakit harus diketahui oleh Nur... Sekarang kau mau menjelaskan apa, Yigit?? Yigit Kozan yang malang, karena kau orang yang baik, maka Tuhan langsung memberikan 'hadiah' untuk ulah kebohonganmu. Hehhe... 

Source: www.youtube.com
Istri yang tidak kau cintai, istri yang sudah tiga tahun koma akibat kecelakaan mobil bersamamu karena pertengkaran hebat kalian berdua, telah bangun dan tersadar dari tidur panjangnya... Hiyaaaaaa... Yigit yang mapan dan terpandang, Yigit yang kaku, Yigit yang pendiam karena memendam beberapa kekecewaan, dan Yigit yang 'cair' ketika bersama Mert, anak laki-laki satu-satunya dari perkawinan yang tidak pernah diinginkannya... Sampai segalanya berubah ketika Nur datang ke hatinya. 

Nur hadir ketika Yigit masih bingung dan asing tentang apa itu jatuh cinta dan mencintai perempuan yang sesungguhnya. Asing dari cinta karena memang Yigit yang sengaja mengasingkan diri dari bercinta. Bahkan ketika mulai merasakan getar-getar cinta pada Nur, Yigit masih terlampau defensif untuk menerimanya. Tapi saya sungguh suka dengan karakter tokoh Nur ini. Dia gadis kampung, namun tidak kampungan. Dia ekspresif, berani, dan percaya diri, namun tidak terkesan agresif atau murahan. Dia tidak bergaya naif yang malu-malu serta pasrah ketika tiba jatuh cinta pada laki-laki. Dia pintar membawa diri, tegas, tapi penuh kasih-sayang. Maka dari itu, ketika scene di tepi danau malam-malam, ketika Nur mulai merasa tidak nyaman dan tidak tahan dengan sikap Yigit yang terkesan tarik-ulur dengan perasaannya, berani untuk mengungkapkan kegundahannya tersebut. 

Dan pada akhirnya itulah yang meyakinkan Yigit bahwa dia memang telah jatuh cinta dengan gadis cantik nan pintar yang sederhana ini. Yigit yang akhirnya berani mengutarakan cintanya disambut dengan penuh hangat oleh Nur. Duh.., kilatnya cinta dua sejoli ini... Terlihat tulus, manis, dan menyejukkan. Apalagi ada adegan 'adu hidung' ala-ala Gulseren dan Cihan di serial Cansu Dan Hazal yang selalu sukses bikin gemezzz... Makin nyesss..nyesss deh di hati. Xixixiii... Yigit yang kaku dan 'baru' benar-benar merasakan cinta juga sukses direpresentasikan oleh Tolgahan. Diih, adegan kencan keesokan harinya, sehabis ditembak, ketika di kapal atau taman bermain, terlihat natural banget kakunya. Bukan..bukan aktingnya Tolgahan yang kaku dan canggung, tapi justru Tolgahan sukses menjalankan Yigit yang masih terlihat canggung dan kaku di dekat perempuan yang dicintainya. 

Source: www.youtube.com
Iih... Beneran saya sukaaaak lihat Yigit yang canggung di dekat Nur. Canggung dan serba kaku. Dari cara merangkul, mengecup kening, pipi, atau juga memandang, Yigit masih terlihat seperti layaknya anak laki-laki baru mengenal siapa sebenarnya sosok ibu cantiknya, hehhe.. Yigit terlihat masih begitu surprise dan kagum dengan perempuan yang di dekatnya tersebut. Nur yang ekspresif, ceria, dan manja apabila di dekat Yigit... Berasa serasi gak sieeee, yang kaku-kaku ketemu ma yang ceria dan luwes mengekspresikan perasaannya... Terlebih Nur juga sudah berhasil dekat dan menyayangi Mert. Makin..makin deh. Pendek cakap, Tolgahan dan Amine kompak kerennya!!! 

Tapi Yigittttttt... Haruskah tentang istrimu yang koma sekian lama, kau sembunyikan dari Nur?? Menurut saya ada beberapa faktor yang membuat Yigit memilih untuk menyembunyikan fakta kl istrinya sedang koma. Di antaranya adalah, mungkin Yigit takut kehilangan cinta Nur, mungkin Iclal istrinya memang sudah tidak ada kemungkinan untuk sadar kembali, dan Yigit ingin segera menikahi Nur dan menjadikannya istri yang benar-benar dicintai. Makanya Yigit jadi sangat sensitif ketika Nur menyinggung-menyinggung masalah kematian dan makam ibu kandungnya Mert. Haddduwh, Nur... Masak orang masih bernafas mo dikubur hidup-hidup?? Jangan marah dunk, Yigit.. Kan Nur tidak tahu apa-apa dan dia hanya bermaksud untuk menyampaikan bahwa meski ia mencintaimu, tapi tetap berusaha menghormati istrimu (yang dikiranya) sudah meninggal. 

Kan..kan... Nyesel kan biz membentak Nur... Gih peluk anak dombanya dulu tuh!!! Hehhe... Ech lha ko' usai marah dan saling ngambek, kamu maksa kencan ma Nur lagi. Duh langsung dilamar dan disodori cincin berlian satu karat... Evet..evet.. dan evet. Cinta kilat, nikahnya cepat, berharap pacarannya usai berikrar janji sehidup-semati ya, Yigit?? Tapi dan tapi... Sampai kemudian ternyata Iclal bangun kembali. Hhmmm... 

Oy, suka juga ketika scene Yigit berbicara dari hati ke hati dengan Cahet. Dua bersaudara ini rupanya memang tidak beruntung dalam kisah pernikahannya. Yigit dan Iclal yang tidak pernah dicintainya, sementara Cahet sedang terjebak dengan Nazan, istri bayangan hitam (hahha) dan perselingkuhannya bersama Elmas, yang notabene sepupu Nur. Btw, tampaknya serial Turki yang tayang di sini gemar menokohkan laki-laki yang menderita dan trauma cinta rupanya... Hahahaaa... 

Ya Yigit, ketika kau sekarang telah siap bercinta, bersiaplah juga dengan rasa sakit yang mengikutinya. Kebohonganmu harus benar-benar kau pertanggung-jawabkan... Teruslah berjuang untuk kebahagiaan cintamu... Ini baru awal, semoga selanjutnya kau bersama Nur benar-benar bisa membuktikan kebesaran cinta kalian berdua. Sekian dulu para AVers... Lanjut besok yaaaaaaaaa... Salam hangat...

Rabu, 02 Desember 2015

#‎HotDaddyYgKakuDanFrustasivsGadisKampungYgLovableDanPintar_AslaVasgecmem1 Selamat siang smuanya... Salam kenal untuk para member di grup Asla Vasgecmem (Antara Nur Dan Dia)... Akhirnyaaaaa... Sy bisa menjejakkan ulasan perdana di laman grup ini... Yuhuuuuu... 
Source: www.youtube.com

Ada serial Turki lagi yang siap-siap mencuri perhatian para pemirsa di tanah air... Temanya masih tetap yang abadi, yaitu cinta... Cinta dengan segala pernak-pernik bahagia dan pedihnya. Tepatnya, Antara Nur Dan Dia adalah cinta dalam kisah 'berbagi suami'. Suatu perselingkuhankah?? Hhmmm... Bisa iya, bisa tidak... Tapi plizzz, jangan dulu bilang anti perselingkuhan... 

 Lihatlah smuanya dari sudut pandang yang paling berimbang dan mari bicara tentang perselingkuhan dan berbagi suami dengan cara yang cerdas dan seru. Mari, sebelum berumit-rumit dengan segala konflik, saya ingin berkenalan dulu dengan dua sosok tokoh protagonis utama. Hhmmm... Setelah sebelumnya dimanjakan dengan pesona seksi pria-pria di atas umur 40 tahun (Hehhe... Halo, Halit dan juga Erkan), tiba saatnya juga jg saya berkenalan dengan laki-laki seksi yang super manly, di usia sepantaran... 


Source: www.youtube.com
Yigit oh Yigit... Sebut Yigit z yaaaaa, ntar kl sy sebut Tolgahan, beda lagi ceritanya... Tokoh 'stengah duda' yang luar biasa memesona di balik tatapan mata angkuh dan muka juteknya... Berpadu dengan pesona eksotik Nur, yang diperankan oleh Amine Gulse... Nur yang bermata lebar nan dramatis, serta bibir tebal-penuh yang menggoda, duh..aduhhh... Agaknya hasil screen test camera pilihan produser tidak butuh waktu lama untuk memikat para pecinta serial drama. Yigit yang terlihat tampan dan berkuasa, namun kosong dalam hatinya, dipertemukan dengan Nur yang sederhana namun begitu lovable dan pintar, uuhh..uuhhh... Formula-formula yang sebenarnya klise, tapi tetap jadi barang dagangan laris bak gorengan panas di tengah musim penghujan yang mulai datang... 
Source: www.youtube.com

Yupz... Cinta laki-laki super kaya yang tulus dan membiru kepada gadis kampung yang sederhana, tapi bercita-cita luar biasa, saya pun akhirnya tergoda untuk semakin mengupasnya. Kuncinya di serial-serial drama percintaan ini sebenarnya, terletak pada pemilihan atau cast bintang-bintangnya. Tidak bisa tidak, chemistry kuat wajib dihadirkan oleh Tolgahan dan Amine untuk menghidupkan peran Yigit Kozan dan Nur. Harus itu!!! Biar saya bisa menghilangkan raut wajah Ozil di mukamu, Amine. Hahahaaa... Saya harus melihat raut mukanya Yigit, ketika saya melihatmu. Begitu juga kau, Tolgahan... Harusnya saya bisa merasakan ada Nur ketika menjumpai Yigit dalam peranmu... Lhooh.. Halllahh..halllah...

Cerita cinta kilat antara Yigit dan Nur yang bahagia, tapi akan lebih panjang juga rupanya perjuangan mereka berdua untuk bisa men-survive-kan kelanggengannya. Terlalu banyak musuh di sekitar mereka. Lum lagi Nyonya rumah Aytul yang baru juga di episode pertama, ngeselinnya dah stengah gila...Padahal di situ statusnya juga (cuma) ibu mertua. Yigit yang sudah beristri (tapi tak pernah mencintai) lebih memilih melabuhkan hatinya pada Nur, gadis kampung yang baru z dikenalnya. Lewat awalan yang saling berteriak dan berselisih paham, berlanjut kepada perasaan yg mulai menebar kerinduan. 
Yigit yang kaku dan defensif, ternyata juga sudah berputra satu, hasil pernikahannya dengan Iclal. Tak butuh waktu lama untuk Nur berteman dengan Mert, cowok kecil yang nakalnya begitu menggemaskan ini. Duh, Yigit... Dia adalah seorang ayah yang sebetulnya hangat, tapi sekaligus juga keras dengan Mert. Keras sebagai manifestasi bahwa ia tidak ingin Mert tahu lebih jauh tentang ibu kandungnya karena mengingat Yigit yang tidak pernah ada hati dengan istrinya. Hhhhheeeiissttt...
Source: www.youtube.com
Ahh, sudahlah... Sy sebenarnya hanya ingin menggambarkan betapa kerennya Yigit di balik mobil sport putihnya, ngebut sambil memaksa Nur naik ke mobilnya... Aaaaaaarrrggghhhhh... Mo juga dunk dipaksa-paksa, Yigit!!! Ech iya, saya lebih suka Amine yang berdandan natural-nude, alih-alih melihatnya didandanin secara tebal dan full. Nur yang di balik kaca ketika memandang Yigit memanjat pohon, itulah saat-saat dia begitu cantik dan mencuri hati. Pantes Yigit langsung berasa ketemu jodohnya. 

Yuhuuuuuuuu.... Edisi ulasan perdana yang masih berisi rupa-rupa dan suka-suka... Ulasan ini isinya bersifat mewakili, bukan lengkap tentang semua cerita adegan serta penafsirannya. Mari belajar menikmati tontonan dan menimbangnya secara dalam, sambil juga seru-seruan. Salam hangat...

19.38.00 Unknown
#‎HotDaddyYgKakuDanFrustasivsGadisKampungYgLovableDanPintar_AslaVasgecmem1 Selamat siang smuanya... Salam kenal untuk para member di grup Asla Vasgecmem (Antara Nur Dan Dia)... Akhirnyaaaaa... Sy bisa menjejakkan ulasan perdana di laman grup ini... Yuhuuuuu... 
Source: www.youtube.com

Ada serial Turki lagi yang siap-siap mencuri perhatian para pemirsa di tanah air... Temanya masih tetap yang abadi, yaitu cinta... Cinta dengan segala pernak-pernik bahagia dan pedihnya. Tepatnya, Antara Nur Dan Dia adalah cinta dalam kisah 'berbagi suami'. Suatu perselingkuhankah?? Hhmmm... Bisa iya, bisa tidak... Tapi plizzz, jangan dulu bilang anti perselingkuhan... 

 Lihatlah smuanya dari sudut pandang yang paling berimbang dan mari bicara tentang perselingkuhan dan berbagi suami dengan cara yang cerdas dan seru. Mari, sebelum berumit-rumit dengan segala konflik, saya ingin berkenalan dulu dengan dua sosok tokoh protagonis utama. Hhmmm... Setelah sebelumnya dimanjakan dengan pesona seksi pria-pria di atas umur 40 tahun (Hehhe... Halo, Halit dan juga Erkan), tiba saatnya juga jg saya berkenalan dengan laki-laki seksi yang super manly, di usia sepantaran... 


Source: www.youtube.com
Yigit oh Yigit... Sebut Yigit z yaaaaa, ntar kl sy sebut Tolgahan, beda lagi ceritanya... Tokoh 'stengah duda' yang luar biasa memesona di balik tatapan mata angkuh dan muka juteknya... Berpadu dengan pesona eksotik Nur, yang diperankan oleh Amine Gulse... Nur yang bermata lebar nan dramatis, serta bibir tebal-penuh yang menggoda, duh..aduhhh... Agaknya hasil screen test camera pilihan produser tidak butuh waktu lama untuk memikat para pecinta serial drama. Yigit yang terlihat tampan dan berkuasa, namun kosong dalam hatinya, dipertemukan dengan Nur yang sederhana namun begitu lovable dan pintar, uuhh..uuhhh... Formula-formula yang sebenarnya klise, tapi tetap jadi barang dagangan laris bak gorengan panas di tengah musim penghujan yang mulai datang... 
Source: www.youtube.com

Yupz... Cinta laki-laki super kaya yang tulus dan membiru kepada gadis kampung yang sederhana, tapi bercita-cita luar biasa, saya pun akhirnya tergoda untuk semakin mengupasnya. Kuncinya di serial-serial drama percintaan ini sebenarnya, terletak pada pemilihan atau cast bintang-bintangnya. Tidak bisa tidak, chemistry kuat wajib dihadirkan oleh Tolgahan dan Amine untuk menghidupkan peran Yigit Kozan dan Nur. Harus itu!!! Biar saya bisa menghilangkan raut wajah Ozil di mukamu, Amine. Hahahaaa... Saya harus melihat raut mukanya Yigit, ketika saya melihatmu. Begitu juga kau, Tolgahan... Harusnya saya bisa merasakan ada Nur ketika menjumpai Yigit dalam peranmu... Lhooh.. Halllahh..halllah...

Cerita cinta kilat antara Yigit dan Nur yang bahagia, tapi akan lebih panjang juga rupanya perjuangan mereka berdua untuk bisa men-survive-kan kelanggengannya. Terlalu banyak musuh di sekitar mereka. Lum lagi Nyonya rumah Aytul yang baru juga di episode pertama, ngeselinnya dah stengah gila...Padahal di situ statusnya juga (cuma) ibu mertua. Yigit yang sudah beristri (tapi tak pernah mencintai) lebih memilih melabuhkan hatinya pada Nur, gadis kampung yang baru z dikenalnya. Lewat awalan yang saling berteriak dan berselisih paham, berlanjut kepada perasaan yg mulai menebar kerinduan. 
Yigit yang kaku dan defensif, ternyata juga sudah berputra satu, hasil pernikahannya dengan Iclal. Tak butuh waktu lama untuk Nur berteman dengan Mert, cowok kecil yang nakalnya begitu menggemaskan ini. Duh, Yigit... Dia adalah seorang ayah yang sebetulnya hangat, tapi sekaligus juga keras dengan Mert. Keras sebagai manifestasi bahwa ia tidak ingin Mert tahu lebih jauh tentang ibu kandungnya karena mengingat Yigit yang tidak pernah ada hati dengan istrinya. Hhhhheeeiissttt...
Source: www.youtube.com
Ahh, sudahlah... Sy sebenarnya hanya ingin menggambarkan betapa kerennya Yigit di balik mobil sport putihnya, ngebut sambil memaksa Nur naik ke mobilnya... Aaaaaaarrrggghhhhh... Mo juga dunk dipaksa-paksa, Yigit!!! Ech iya, saya lebih suka Amine yang berdandan natural-nude, alih-alih melihatnya didandanin secara tebal dan full. Nur yang di balik kaca ketika memandang Yigit memanjat pohon, itulah saat-saat dia begitu cantik dan mencuri hati. Pantes Yigit langsung berasa ketemu jodohnya. 

Yuhuuuuuuuu.... Edisi ulasan perdana yang masih berisi rupa-rupa dan suka-suka... Ulasan ini isinya bersifat mewakili, bukan lengkap tentang semua cerita adegan serta penafsirannya. Mari belajar menikmati tontonan dan menimbangnya secara dalam, sambil juga seru-seruan. Salam hangat...

#‎AnakSangPengingatHati_Shehrazat120‬ Saya bingung antara harus menyeret Elda atau menampar Boksi karena ulah mengumbar nafsu untuk yang kesekian kalinya di episode tadi malam?! Boksi..Boksi, makin terlihat payah dirimu sekarang... Kau paksakan pisau yang sebenarnya masih tajam dan berharga, diasah di atas alas yang kurang mengkilap dan membahayakan... Lebih ironis lagi ketika akhirnya pisau itu justru secara tidak langsung malah melukai hati putrimu... 

Oleh karena itu, khusus untuk kasus tadi malam, saya tidak akan menyerang Firdev karena kelancangannya kepada Onur perihal Nilufer. Bukankah dari siang sudah diingatkan tentang ulang tahun putrimju, Boksi? Kenapa kau malah berbalik lagi ke urusan nafsu yang sebenarnya akan semakin menenggelamkanmu dalam kenangan bersama Shehrazat??! Ujung-ujungnya kau memang layaknya hanya 'buang hajat nafsu' z. Mata birumu terlalu kentara menyiratkan kl kau memang masih menyimpan cinta yang begitu besar kepada Shehrazat. Pelukanmu pada Nilufer ketika putrimu mengatakan bahwa dia merindukan ibu tirinya, berasa makin memperlihatkan bahwa memang saat sekarang kau begitu rapuh dan mengenaskan. Lagian si tante teman buang hajat nafsunya Boksi ini juga ngeyel truz. Dah tahu hanya dijadikan halte (plizzz saiya antara tega dan gak tega menyebutmu sebagai wc nafsu, Elda...), tapi nuntutnya ko' maunya kumpul mulu... Hadddeh, Makkk... Kau ini perempuan intelek, presenter tv yang pintar, tapi kenapa nasib percintaanmu harus terhenti pada status gundik bos Binyapi?! Hhmmm... Baiklah... Tidak ada yang menyalahkan atas hubungan suka-suka ini, toh kalian berdua manusia bebas, tapi sumpahhhh... Empettttt banget saya melihat kencan-kencan penuh nafsu yang kalian lakukan. Kasarrrrr eeuuyyy, Boksi... 

Dan Elda, lhaah..halllah... Bergaya merajuk-menuntut-marah diperlakukan sebagai perempuan pelampiasan nafsu, tapi tetep doyan dan mau-mau lagi kan, Tante?? Yang begini ini nie..tipikalnya perempuan yg paling dimanfaatkan ma laki-laki. Hahha.. Sambil ngenes nie saiya nulisnya,, Giliran sang mantan istri yang lanjut untuk dikuliti. Yeaaayy.., Kaan... Makin pintar dan berani z kau membangkang pada ibumu. Setuju, Kaan... Memang hanya ibumu z yang berhak marah-marah dan memutuskan... Skali-kali memang kau harus angkat bicara... Setidak-tidaknya, dari omonganmu ibumu bisa kembali mengingat kl sebenarnya hatinya yang sekarang bukan hati yang sesungguhnya. 

Kaan hanya mau Ayah Onur, bukankah kau juga demikian adanya, Sheh? Plizzz... Berhentilah memberi harapan pada Engin... Engin yang tulus mencintaimu,, Andai suatu saat mesti kau sakiti Engin juga, saya benar-benar akan siap untuk menggundulimu, Sheh... Seakan-akan kau manfaatkan cinta Engin untuk menambal kekosongan karena sakit hati dengan mantan suami. Cinta itu memang seharusnya seperti pasangan Tuan Burhan-Ny Nadide... Cinta yang tidak melulu nafsu dan adu egoisme satu sama lain. Cinta yang karena dirawat dan dijaga sedemikian rupa, hingga akhirnya berasa kasih-sayang tulus tiada akhir. Kasih-sayang tulus yang bahkan sanggup untuk tetap menyatukan keluarga, meski ada kurang dan lebihnya. Bahagia sekaligus terharu ketika melihat kekompakan keluarga Burhan saat menunggui Ny Nadide menjalani operasi kanker otak yang dideritanya. 

Ya Tuhan... Semoga dukungan serta kekompakan kelurga besar Burhan, bisa menjadi doa untuk keberhasilan dan kesembuhan Ny Nadide. Aamiin... Btw, suka lhooh lihat Fusun tadi malam berdress hitam ketika di rumah sakit. Anggun sekali, Fusun! Hehhe.. Tapi tidak untuk Bennu... Hadddeh... Orang gila..orang gila... Kau apakan lagi suamimu, Bennu?? Nah kan... Malah mo main-main ma silet murahan... Diih, kl lihat silet yang dipegang Bennu semalam, saya jadi ingat bentuk silet zaman SD dulu, untuk meraut pensil, yang harganya masih seratus perak. Hahahaaa... 

Baiklah, Bennu... Daripada hanya dilihat, dipegang-pegang, lalu menangis, gih segera eksekusi nadimu. Just do it!!! Suami mana yang tahan stiap kali pergi dan beraktivitas selalu dicurigai dengan tuduhan main gila?? Kareem... Bersegeralah mencari yang terbaik demi Bennu yang sehat dan bahagia seutuhnya. Untuk para Shevers dan Onurism smuanyaaaa... Maaf ya kl edisi postingan review kali ini banyak kata-kata atau juga ungkapan yang terkesan tidak sopan dan mungkin kurang berkenan. Bukan bermaksud untuk kurang ajar, hanya berusaha mengekspresikannya dengan tidak setengah-setengah. Enjoy yaaaaaaaaa... 

Special thanks to, Mb Wenty Vardhine.., untuk inspirasi 'pisau penajamnya'. Yuhuuuuuu... Hahahaaa...
11.12.00 Unknown
#‎AnakSangPengingatHati_Shehrazat120‬ Saya bingung antara harus menyeret Elda atau menampar Boksi karena ulah mengumbar nafsu untuk yang kesekian kalinya di episode tadi malam?! Boksi..Boksi, makin terlihat payah dirimu sekarang... Kau paksakan pisau yang sebenarnya masih tajam dan berharga, diasah di atas alas yang kurang mengkilap dan membahayakan... Lebih ironis lagi ketika akhirnya pisau itu justru secara tidak langsung malah melukai hati putrimu... 

Oleh karena itu, khusus untuk kasus tadi malam, saya tidak akan menyerang Firdev karena kelancangannya kepada Onur perihal Nilufer. Bukankah dari siang sudah diingatkan tentang ulang tahun putrimju, Boksi? Kenapa kau malah berbalik lagi ke urusan nafsu yang sebenarnya akan semakin menenggelamkanmu dalam kenangan bersama Shehrazat??! Ujung-ujungnya kau memang layaknya hanya 'buang hajat nafsu' z. Mata birumu terlalu kentara menyiratkan kl kau memang masih menyimpan cinta yang begitu besar kepada Shehrazat. Pelukanmu pada Nilufer ketika putrimu mengatakan bahwa dia merindukan ibu tirinya, berasa makin memperlihatkan bahwa memang saat sekarang kau begitu rapuh dan mengenaskan. Lagian si tante teman buang hajat nafsunya Boksi ini juga ngeyel truz. Dah tahu hanya dijadikan halte (plizzz saiya antara tega dan gak tega menyebutmu sebagai wc nafsu, Elda...), tapi nuntutnya ko' maunya kumpul mulu... Hadddeh, Makkk... Kau ini perempuan intelek, presenter tv yang pintar, tapi kenapa nasib percintaanmu harus terhenti pada status gundik bos Binyapi?! Hhmmm... Baiklah... Tidak ada yang menyalahkan atas hubungan suka-suka ini, toh kalian berdua manusia bebas, tapi sumpahhhh... Empettttt banget saya melihat kencan-kencan penuh nafsu yang kalian lakukan. Kasarrrrr eeuuyyy, Boksi... 

Dan Elda, lhaah..halllah... Bergaya merajuk-menuntut-marah diperlakukan sebagai perempuan pelampiasan nafsu, tapi tetep doyan dan mau-mau lagi kan, Tante?? Yang begini ini nie..tipikalnya perempuan yg paling dimanfaatkan ma laki-laki. Hahha.. Sambil ngenes nie saiya nulisnya,, Giliran sang mantan istri yang lanjut untuk dikuliti. Yeaaayy.., Kaan... Makin pintar dan berani z kau membangkang pada ibumu. Setuju, Kaan... Memang hanya ibumu z yang berhak marah-marah dan memutuskan... Skali-kali memang kau harus angkat bicara... Setidak-tidaknya, dari omonganmu ibumu bisa kembali mengingat kl sebenarnya hatinya yang sekarang bukan hati yang sesungguhnya. 

Kaan hanya mau Ayah Onur, bukankah kau juga demikian adanya, Sheh? Plizzz... Berhentilah memberi harapan pada Engin... Engin yang tulus mencintaimu,, Andai suatu saat mesti kau sakiti Engin juga, saya benar-benar akan siap untuk menggundulimu, Sheh... Seakan-akan kau manfaatkan cinta Engin untuk menambal kekosongan karena sakit hati dengan mantan suami. Cinta itu memang seharusnya seperti pasangan Tuan Burhan-Ny Nadide... Cinta yang tidak melulu nafsu dan adu egoisme satu sama lain. Cinta yang karena dirawat dan dijaga sedemikian rupa, hingga akhirnya berasa kasih-sayang tulus tiada akhir. Kasih-sayang tulus yang bahkan sanggup untuk tetap menyatukan keluarga, meski ada kurang dan lebihnya. Bahagia sekaligus terharu ketika melihat kekompakan keluarga Burhan saat menunggui Ny Nadide menjalani operasi kanker otak yang dideritanya. 

Ya Tuhan... Semoga dukungan serta kekompakan kelurga besar Burhan, bisa menjadi doa untuk keberhasilan dan kesembuhan Ny Nadide. Aamiin... Btw, suka lhooh lihat Fusun tadi malam berdress hitam ketika di rumah sakit. Anggun sekali, Fusun! Hehhe.. Tapi tidak untuk Bennu... Hadddeh... Orang gila..orang gila... Kau apakan lagi suamimu, Bennu?? Nah kan... Malah mo main-main ma silet murahan... Diih, kl lihat silet yang dipegang Bennu semalam, saya jadi ingat bentuk silet zaman SD dulu, untuk meraut pensil, yang harganya masih seratus perak. Hahahaaa... 

Baiklah, Bennu... Daripada hanya dilihat, dipegang-pegang, lalu menangis, gih segera eksekusi nadimu. Just do it!!! Suami mana yang tahan stiap kali pergi dan beraktivitas selalu dicurigai dengan tuduhan main gila?? Kareem... Bersegeralah mencari yang terbaik demi Bennu yang sehat dan bahagia seutuhnya. Untuk para Shevers dan Onurism smuanyaaaa... Maaf ya kl edisi postingan review kali ini banyak kata-kata atau juga ungkapan yang terkesan tidak sopan dan mungkin kurang berkenan. Bukan bermaksud untuk kurang ajar, hanya berusaha mengekspresikannya dengan tidak setengah-setengah. Enjoy yaaaaaaaaa... 

Special thanks to, Mb Wenty Vardhine.., untuk inspirasi 'pisau penajamnya'. Yuhuuuuuu... Hahahaaa...

Selasa, 01 Desember 2015

#‎KetikaBukanHatiYangBicara_Shehrazat119‬ Selamat siangggggg, Shevers dan Onurism smuanyaaaaa... Apa kabar di edisi 'Selasa Sembilu'? Sehat ya smuanya dan semoga semangatnya masih tetap terjaga, biar kata hubungannya ShehNur dah berantakan kemana-mana... Hhmmm... Boksi... Aksi comot perempuanmu makin cepat dan lihai z... Sapa, cium pipi kanan-pipi kiri, basa-basi kilat, lanjut deh pergi berdua entah kemana... Setelah aksi beres-beres dan buang-buang foto, barang-barang, juga tak ketinggalan jepit rambut sang mantan, rupanya Onur bermaksud ingin menyempurnakan aksi lupa-melupakan. Sy kirain kmrn kau akan mengajakk dua perempuan itu sekaligus, Hadddeh... Dah terbayang jorok di otak saiya, kira-kira kau mau threesome berbentuk kayak apa dan bagaimana dengan dua perempuan yang kau temui di club tadi... Bahkan sang mantan playboy kakap macam Burak z, terheran-heran dgn aksimu, Boksi... Dan kurang lebih jawaban Mellek dapat menggambarkan apa yang terjadi denganmu sekarang, Tuan Onur Aksal yang menawan. "... Onur seperti itu karena ingin segera melupakan Shehrazat..." Ahh... Onur, saya juga tidak berharap banyak ketika kau merasa oleng di saat lepas dari kekasih belahan jiwa, akan sering menemuimu di masjid ikut pengajian dan curhat kepada ustadz, tapi jangan juga kau perlihatkan dirimu yang lemah tak berdaya justru ketika kau semakin agresif mengencani segala perempuan yang ada. Laki-laki, benarkah selain otakmu hanya nafsumu yang kau banggakan?? Hati di mana hatimu?? Stop berpikir kl laki-laki yang 'baper' kesannya jauh dari yang 'manly-manly'... Sepintas dulu ketika melihatmu akhirnya meneteskan air mata saat Shehrazat usai ngamuk-ngamuk lepas kendali, sy trenyuh juga. Akan tetapi. kenapa lama-kelamaan akhirnya balik lagi ke tabiat awal?! Dah mentog ya, Boksi... Dah capek?? Di situlah, saya melihatmu tampak begitu memprihatinkan. Tak jauh berbeda dgn yang terjadi dengan sang mantan istri. Lamaran dari Engin ternyata dengan mudahnya diiyakan oleh Shehrazat. Tapi lihatlah proses lamarannya, alih-alih bernuansa romantis, ketika lamaran dan persetujuan diterima, suasananya lebih mirip deal bisnis proyek konstruksi terbaru. Hahha... Sheh..Sheh... Garing eeuuyyyy... Kosong tak ada nyawanya.. Boro-boro ngomongim cinta... Dan entah kenapa, saya malah melihat Engin sepertinya memang sudah tahu sebenarnya isi hati Shehrazat, bahwa lamarannya diterima oleh Shehrazat hanya sekadarnya. Scene ketika Shehrazat dan Engin di tepi dermaga, mengingatkan dulu ketika ShehNur berciuman di tepiannya juga. Tapi skali lagi, jangan bandingkan rasa dan auranya, wkwkwkwkwkkk... Shehrazat juga tampaknya belum merelakan bibirnya bertemu dgn sosok Engin... Engin..Engin... Harusnya kau sudah bisa merasakannya, bahwa memang Shehrazat tidak nyaman dan memercayakan sepenuhnya dirinya kepadamu... Hhhuuu..hhuuuu..huuuuu... Ya baiklah... Engin dan para perempuan teman one night stand nya Onur itu hanyalah korban-korban dari ShehNur. Satunya lebih memilih mengobral nafsu dengan sembarang perempuan, satunya lagi lebih memilih menerima dengan terpaksa lamaran dari duda stengah senja. Akan tetapi setidak-tidaknya, di episode tadi malam, saya masih menyisakan salut untuk Shehrazat. Ketika sang mantan mertua sedang membutuhkan dukungan untuk operasi penyakit kanker otaknya, Shehrazat dengan sepenuh hatimasih mau untuk menyempatkan waktunya. Dan terbukti, karena Kaan juga akhirnya Ny Nadide bersedia menjalani operasi besar itu. Ahh... Nenek dan Kakek... Apa sieee yang tidak untuk cucu... Beranjak naik tensi lagi ketika melihat scene pertengkaran antara Burak dan Kareem. Menjadi semakin ricuh dan keruh justru gara-gara pernyataan Bennu yang sungguh sangat menjatuhkan hati suaminya. Belum cukupkah pengorbanan dan kesetiaan Kareem di sisimu, Bennu? Harusnya dulu Kareem tidak usah menawarkan perceraian kepadamu, akan tetapi langsung z melayangkan gugatannya kepadamu. Bennu..Bennu... Apapun suamimu di masa lalu, bukankah kau dan dia sekarang hidup untuk masa depan?? Jangan salahkan hati Kareem kl dia dulu jatuh cinta kepada sahabatmu, yang penting pada saat Kareem memutuskan berkomitmen menikah denganmu, dia sudah sekuat tenaga belajar menyayangi dan mencintaimu. Memang kl dipikir-pikir, selama ini yang paling 'sakit' dalam pernikahan kalian itu kau, Bennu. Dan seperti kata Kareem, sakitmu itu adalah 'sakit Shehrazat'. Percuma juga stiap kali kau melakukan kesalahan meminta maaf begitu rupa, lalu berikutnya kau ulangi lagi kesalahan yang sama... Bennu.. Bennu... Lama-lama saya juga ikut-ikutan strezzz melihat segala tingkah-polahmu. Beruntung Kareem belum juga lelah terhadapmu. Cinta, seringkali gairahnya malah menyakiti sang pencintanya... Sampai di sini dulu ya ulasannya... Tetap tonton jelang eps-eps terakhirnya. Tetap semangattttttt... Mmmmmuuuuaaaacchh
13.00.00 Unknown
#‎KetikaBukanHatiYangBicara_Shehrazat119‬ Selamat siangggggg, Shevers dan Onurism smuanyaaaaa... Apa kabar di edisi 'Selasa Sembilu'? Sehat ya smuanya dan semoga semangatnya masih tetap terjaga, biar kata hubungannya ShehNur dah berantakan kemana-mana... Hhmmm... Boksi... Aksi comot perempuanmu makin cepat dan lihai z... Sapa, cium pipi kanan-pipi kiri, basa-basi kilat, lanjut deh pergi berdua entah kemana... Setelah aksi beres-beres dan buang-buang foto, barang-barang, juga tak ketinggalan jepit rambut sang mantan, rupanya Onur bermaksud ingin menyempurnakan aksi lupa-melupakan. Sy kirain kmrn kau akan mengajakk dua perempuan itu sekaligus, Hadddeh... Dah terbayang jorok di otak saiya, kira-kira kau mau threesome berbentuk kayak apa dan bagaimana dengan dua perempuan yang kau temui di club tadi... Bahkan sang mantan playboy kakap macam Burak z, terheran-heran dgn aksimu, Boksi... Dan kurang lebih jawaban Mellek dapat menggambarkan apa yang terjadi denganmu sekarang, Tuan Onur Aksal yang menawan. "... Onur seperti itu karena ingin segera melupakan Shehrazat..." Ahh... Onur, saya juga tidak berharap banyak ketika kau merasa oleng di saat lepas dari kekasih belahan jiwa, akan sering menemuimu di masjid ikut pengajian dan curhat kepada ustadz, tapi jangan juga kau perlihatkan dirimu yang lemah tak berdaya justru ketika kau semakin agresif mengencani segala perempuan yang ada. Laki-laki, benarkah selain otakmu hanya nafsumu yang kau banggakan?? Hati di mana hatimu?? Stop berpikir kl laki-laki yang 'baper' kesannya jauh dari yang 'manly-manly'... Sepintas dulu ketika melihatmu akhirnya meneteskan air mata saat Shehrazat usai ngamuk-ngamuk lepas kendali, sy trenyuh juga. Akan tetapi. kenapa lama-kelamaan akhirnya balik lagi ke tabiat awal?! Dah mentog ya, Boksi... Dah capek?? Di situlah, saya melihatmu tampak begitu memprihatinkan. Tak jauh berbeda dgn yang terjadi dengan sang mantan istri. Lamaran dari Engin ternyata dengan mudahnya diiyakan oleh Shehrazat. Tapi lihatlah proses lamarannya, alih-alih bernuansa romantis, ketika lamaran dan persetujuan diterima, suasananya lebih mirip deal bisnis proyek konstruksi terbaru. Hahha... Sheh..Sheh... Garing eeuuyyyy... Kosong tak ada nyawanya.. Boro-boro ngomongim cinta... Dan entah kenapa, saya malah melihat Engin sepertinya memang sudah tahu sebenarnya isi hati Shehrazat, bahwa lamarannya diterima oleh Shehrazat hanya sekadarnya. Scene ketika Shehrazat dan Engin di tepi dermaga, mengingatkan dulu ketika ShehNur berciuman di tepiannya juga. Tapi skali lagi, jangan bandingkan rasa dan auranya, wkwkwkwkwkkk... Shehrazat juga tampaknya belum merelakan bibirnya bertemu dgn sosok Engin... Engin..Engin... Harusnya kau sudah bisa merasakannya, bahwa memang Shehrazat tidak nyaman dan memercayakan sepenuhnya dirinya kepadamu... Hhhuuu..hhuuuu..huuuuu... Ya baiklah... Engin dan para perempuan teman one night stand nya Onur itu hanyalah korban-korban dari ShehNur. Satunya lebih memilih mengobral nafsu dengan sembarang perempuan, satunya lagi lebih memilih menerima dengan terpaksa lamaran dari duda stengah senja. Akan tetapi setidak-tidaknya, di episode tadi malam, saya masih menyisakan salut untuk Shehrazat. Ketika sang mantan mertua sedang membutuhkan dukungan untuk operasi penyakit kanker otaknya, Shehrazat dengan sepenuh hatimasih mau untuk menyempatkan waktunya. Dan terbukti, karena Kaan juga akhirnya Ny Nadide bersedia menjalani operasi besar itu. Ahh... Nenek dan Kakek... Apa sieee yang tidak untuk cucu... Beranjak naik tensi lagi ketika melihat scene pertengkaran antara Burak dan Kareem. Menjadi semakin ricuh dan keruh justru gara-gara pernyataan Bennu yang sungguh sangat menjatuhkan hati suaminya. Belum cukupkah pengorbanan dan kesetiaan Kareem di sisimu, Bennu? Harusnya dulu Kareem tidak usah menawarkan perceraian kepadamu, akan tetapi langsung z melayangkan gugatannya kepadamu. Bennu..Bennu... Apapun suamimu di masa lalu, bukankah kau dan dia sekarang hidup untuk masa depan?? Jangan salahkan hati Kareem kl dia dulu jatuh cinta kepada sahabatmu, yang penting pada saat Kareem memutuskan berkomitmen menikah denganmu, dia sudah sekuat tenaga belajar menyayangi dan mencintaimu. Memang kl dipikir-pikir, selama ini yang paling 'sakit' dalam pernikahan kalian itu kau, Bennu. Dan seperti kata Kareem, sakitmu itu adalah 'sakit Shehrazat'. Percuma juga stiap kali kau melakukan kesalahan meminta maaf begitu rupa, lalu berikutnya kau ulangi lagi kesalahan yang sama... Bennu.. Bennu... Lama-lama saya juga ikut-ikutan strezzz melihat segala tingkah-polahmu. Beruntung Kareem belum juga lelah terhadapmu. Cinta, seringkali gairahnya malah menyakiti sang pencintanya... Sampai di sini dulu ya ulasannya... Tetap tonton jelang eps-eps terakhirnya. Tetap semangattttttt... Mmmmmuuuuaaaacchh